Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:22 WIB
"Saya tahu dia tidak punya asuransi. Dia satu-satunya pria yang bekerja di keluarganya. Dia punya dua bayi dan seorang istri, dan mereka tidak bekerja saat ini," kata Nunez kepada stasiun berita KSL.

Manajernya, Adnan Mohammed, mengutuk serangan tersebut.

"Ini benar-benar gila. Kejahatan kebencian, tidak ada tempat untuk kebencian," katanya kepada Fox 13, Kamis (16/7/2026).

"[Sohail] selalu tersenyum, tertawa, bekerja sangat keras. Anda tahu, saya mempromosikannya sebagai manajer untuk mengoperasikan semuanya...Ketika Anda membunuh seorang manusia, Anda tidak hanya membunuh satu orang. Anda membunuh seluruh keluarga," paparnya.

Dalam wawancara lain dengan ABC Salt Lake City, Mohammed berkata, "Saya berharap saya ada di sana untuk melindunginya. Saya akan memberikan hidup saya untuk melindunginya."

Mengenang momen-momen mengerikan itu, Nunez berkata, "Saya melempar apa pun yang bisa saya lempar, sepatu, kursi, apa pun. [Larsen] menusuknya dengan sangat brutal. Saya takut akan nyawanya [Sohail]. Saya benar-benar takut. Saya pikir dia akan mati."

Nunez mengatakan pekerja mal lainnya kemudian memberitahunya bahwa Larsen telah berjalan-jalan menanyakan agama orang-orang sebelum penusukan itu terjadi.

Kelompok hak-hak sipil telah berulang kali memperingatkan tentang peningkatan insiden anti-Muslim di Amerika Serikat selama bertahun-tahun, menunjuk pada faktor-faktor termasuk retorika anti-imigrasi, aktivitas supremasi kulit putih, dan ketegangan yang terkait dengan perang di Gaza.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!