Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:08 WIB
“Kami tidak bernegosiasi untuk perdamaian dengan Trump dan para pembantunya yang kriminal. Dalam negosiasi, kami hanya berupaya untuk memulihkan hak-hak kami dan mengklarifikasi tuduhan yang dibuat terhadap kami oleh Amerika Serikat. Adapun pembalasan dan retaliasi, itu tetap menjadi agenda utama,” imbuh dia.

Para pejabat Iran telah mengancam menargetkan Trump sebagai balas dendam atas pembunuhan mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam agresi gabungan AS-Israel 28 Februari. Ancaman balas dendam itu salah satunya disampaikan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang tak lain adalah putra Khamenei.

Ancaman balas dendam itu rupanya membuat Trump khawatir. Dia memperingatkan Iran bahwa militer AS siap menghancurkan dan memusnahkan sepenuhnya negara Iran jika mencoba membunuhnya.

“1.000 rudal telah siap dan diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul, jika Pemerintah Iran bertindak sesuai ancamannya, yang diumumkan di banyak penjuru dunia, untuk membunuh, atau mencoba membunuh, Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, dalam hal ini, SAYA!” tulis Trump di Truth Social baru-baru ini.

“Perintah telah diberikan, dan Militer AS siap, bersedia, dan mampu, untuk jangka waktu satu tahun, yang dapat diperpanjang, untuk menghancurkan dan memusnahkan sepenuhnya semua wilayah Iran," lanjut dia, yang mengakhiri unggahannya dengan kalimat; "Segala puji bagi Allah!"
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!