Eks Komandan IRGC: Iran Mampu Membunuh Trump di Dalam Gedung Putih
Selasa, 14 Juli 2026 - 09:08 WIB
Mantan komandan IRGC Hossein Kanani Moghaddam klaim Iran mampu membunuh Presiden AS Donald Trump bahkan di dalam Gedung Putih. Foto/White House
TEHERAN - Seorang mantan komandan senior di Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah melontarkan ancaman langsung yang tidak biasa terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia mengatakan Republik Islam Iran mampu mencelakai pemimpin Amerika itu bahkan di dalam Gedung Putih.
Mantan komandan bernama Hossein Kanani Moghaddam itu mengatakan kepada situs berita Iran; Fararu: “Jika tujuannya adalah untuk membunuh Trump, Republik Islam dapat dengan mudah melakukannya di Gedung Putih. Kapan pun diperlukan, kami mampu melakukannya.”
Baca Juga: Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Selain ancaman tersebut, Kanani Moghaddam juga mengomentari perundingan antara Teheran dan Washington, dengan mengatakan bahwa, dari perspektif Iran, negosiasi tersebut tidak bertujuan untuk mencapai kesepakatan perdamaian.
“Kami tidak bernegosiasi dengan Amerika untuk perdamaian. Kami bernegosiasi untuk mengurangi ketegangan,” katanya, yang dikutip Middle East Monitor, Selasa (14/7/2026).
Dia menambahkan bahwa perundingan dengan pemerintahan AS dimaksudkan untuk memperkuat tuntutan Iran dan menyampaikan posisinya sebagai tanggapan terhadap tuduhan yang dibuat oleh Washington.
Mantan komandan bernama Hossein Kanani Moghaddam itu mengatakan kepada situs berita Iran; Fararu: “Jika tujuannya adalah untuk membunuh Trump, Republik Islam dapat dengan mudah melakukannya di Gedung Putih. Kapan pun diperlukan, kami mampu melakukannya.”
Baca Juga: Pesawat Kiamat Rusia Mendarat di Teheran saat Iran-AS Perang, Apa Misinya?
Selain ancaman tersebut, Kanani Moghaddam juga mengomentari perundingan antara Teheran dan Washington, dengan mengatakan bahwa, dari perspektif Iran, negosiasi tersebut tidak bertujuan untuk mencapai kesepakatan perdamaian.
“Kami tidak bernegosiasi dengan Amerika untuk perdamaian. Kami bernegosiasi untuk mengurangi ketegangan,” katanya, yang dikutip Middle East Monitor, Selasa (14/7/2026).
Dia menambahkan bahwa perundingan dengan pemerintahan AS dimaksudkan untuk memperkuat tuntutan Iran dan menyampaikan posisinya sebagai tanggapan terhadap tuduhan yang dibuat oleh Washington.
Lihat Juga :