AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran

Senin, 13 Juli 2026 - 21:30 WIB
“Mereka adalah kelompok orang yang jahat. Mereka sudah seperti ini sejak lama,” tambah Trump.

Sebelumnya, AS telah meluncurkan putaran keempat serangan terhadap Iran minggu ini sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Langkah ini semakin menambah tekanan pada nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni. Sejak itu, kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan tersebut.

“Pada pukul 5 sore ET hari ini, pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan tambahan terhadap Iran untuk terus melemahkan kemampuannya menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz. Panglima Tertinggi telah mengarahkan serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran,” kata CENTCOM dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

CENTCOM mengatakan beberapa jam kemudian bahwa pasukan AS telah menyerang puluhan target militer, termasuk sistem pertahanan udara, situs radar, fasilitas drone dan rudal, serta kapal angkatan laut.

Media Iran melaporkan ledakan di bagian selatan negara itu, termasuk di kota-kota pelabuhan Bandar Abbas, Sirik, dan Jask, serta di Pulau Qeshm. Para pejabat mengatakan setidaknya delapan kota terkena serangan di Khuzestan, sebuah provinsi pesisir yang berbatasan dengan Irak. Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan tersebut sebagai “kejahatan perang,” menurut media pemerintah Press TV.

Sebagai tanggapan, Iran meluncurkan rudal ke Bahrain, memicu sirene serangan udara. Asap dilaporkan terlihat mengepul dari markas Armada Kelima Angkatan Laut AS dan Pangkalan Udara Isa.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!