AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Senin, 13 Juli 2026 - 21:30 WIB
AS ingin ambil alih Selat Hormuz, Donald Trump ungkap ingin dapat bayaran. Foto/X
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengklaim Amerika Serikat akan mengambil alih Selat Hormuz dan harus mendapatkan penggantian biaya untuk mengendalikan jalur air vital tersebut.
“Kita akan mempertahankan selat ini dan mungkin akan mengendalikannya. Kita akan menjadi penjaga selat ini. Mungkin kita akan menyebutnya malaikat penjaga selat, dan kita harus mendapatkan penggantian biaya untuk itu,” katanya dalam wawancara telepon dengan Fox News.
“Kita akan dibayar untuk menjaganya – banyak uang,” tambah Trump. “Kita akan mendapatkan penggantian biaya karena negara-negara lain sangat kaya. Mereka berada di pihak kita dan kita tidak bisa diharapkan melakukan itu tanpa imbalan.”
Serangan antara militer AS dan Garda Revolusi Iran meningkat dalam beberapa hari terakhir karena keduanya bertujuan untuk merebut kendali atas Hormuz, tempat 20 persen pengiriman minyak dan gas melintas sebelum dimulainya perang Februari.
Kemudian, Presiden Trump menuduh Iran melanggar perjanjian sementara dan bersumpah akan melakukan serangan yang lebih dahsyat terhadap negara tersebut.
“Itu adalah kesepakatan yang sudah dibuat dan kemudian mereka melanggarnya. Mereka selalu melanggarnya. Kita telah memiliki 10 kesepakatan dengan orang-orang ini – jadi kita akan menyerang mereka dengan sangat keras,” sebuah pernyataan Gedung Putih mengutip pernyataan presiden.
“Kita akan mempertahankan selat ini dan mungkin akan mengendalikannya. Kita akan menjadi penjaga selat ini. Mungkin kita akan menyebutnya malaikat penjaga selat, dan kita harus mendapatkan penggantian biaya untuk itu,” katanya dalam wawancara telepon dengan Fox News.
“Kita akan dibayar untuk menjaganya – banyak uang,” tambah Trump. “Kita akan mendapatkan penggantian biaya karena negara-negara lain sangat kaya. Mereka berada di pihak kita dan kita tidak bisa diharapkan melakukan itu tanpa imbalan.”
Serangan antara militer AS dan Garda Revolusi Iran meningkat dalam beberapa hari terakhir karena keduanya bertujuan untuk merebut kendali atas Hormuz, tempat 20 persen pengiriman minyak dan gas melintas sebelum dimulainya perang Februari.
Kemudian, Presiden Trump menuduh Iran melanggar perjanjian sementara dan bersumpah akan melakukan serangan yang lebih dahsyat terhadap negara tersebut.
“Itu adalah kesepakatan yang sudah dibuat dan kemudian mereka melanggarnya. Mereka selalu melanggarnya. Kita telah memiliki 10 kesepakatan dengan orang-orang ini – jadi kita akan menyerang mereka dengan sangat keras,” sebuah pernyataan Gedung Putih mengutip pernyataan presiden.
Lihat Juga :