Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Senin, 13 Juli 2026 - 15:35 WIB
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan kepada semua pihak untuk "menahan diri semaksimal mungkin, menghindari tindakan eskalasi lebih lanjut, dan mengambil langkah-langkah segera untuk meredakan ketegangan."
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menanggapi dengan menyatakan bahwa tindakan Iran dapat dibenarkan. “Iran tidak ‘menyerang.’ Serangan Iran terhadap pangkalan dan aset militer AS yang ditempatkan di Teluk Persia selatan merupakan pelaksanaan hak inherennya untuk membela diri yang sah dan sesuai hukum berdasarkan hukum internasional,” tulisnya di X pada hari Minggu.
Perang dimulai dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Pertukaran serangan reguler berhenti setelah gencatan senjata pada bulan April, yang mengarah pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni.
Permusuhan kembali terjadi baru-baru ini karena kedua pihak tidak sepakat mengenai interpretasi MoU dan status Selat Hormuz, yang dinyatakan Iran tertutup untuk pelayaran sebagai tanggapan terhadap serangan AS dan Israel.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menanggapi dengan menyatakan bahwa tindakan Iran dapat dibenarkan. “Iran tidak ‘menyerang.’ Serangan Iran terhadap pangkalan dan aset militer AS yang ditempatkan di Teluk Persia selatan merupakan pelaksanaan hak inherennya untuk membela diri yang sah dan sesuai hukum berdasarkan hukum internasional,” tulisnya di X pada hari Minggu.
Perang dimulai dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Pertukaran serangan reguler berhenti setelah gencatan senjata pada bulan April, yang mengarah pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni.
Permusuhan kembali terjadi baru-baru ini karena kedua pihak tidak sepakat mengenai interpretasi MoU dan status Selat Hormuz, yang dinyatakan Iran tertutup untuk pelayaran sebagai tanggapan terhadap serangan AS dan Israel.
(ahm)
Lihat Juga :