Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab

Senin, 13 Juli 2026 - 13:48 WIB
Melansir kantor berita IRNA, Iran mengatakan bahwa serangan drone terus berlanjut terhadap pangkalan AS di wilayah tersebut dan bahwa tentara melancarkan serangan “drone destruktif” terhadap pasukan AS di Kuwait, termasuk sistem pertahanan dan rudal, bunker, dan tempat perlindungan pendukung.

Tentara Iran kemudian mengutuk apa yang mereka sebut sebagai serangan berulang AS terhadap situs militer, infrastruktur sipil, dan warga sipil di Iran, menyebutnya sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tentara Iran mengatakan bahwa angkatan bersenjata Iran akan menggunakan kemampuan penuh mereka untuk mempertahankan kedaulatan, integritas teritorial, kemerdekaan, dan penduduk negara tersebut dari agresi lebih lanjut.

Sebelumnya, militer AS mengatakan 'puluhan target' dihantam di Iran, termasuk sistem pertahanan udara. CENTCOM mengungkapkan mereka menghantam "puluhan target di berbagai lokasi dengan amunisi presisi untuk mengurangi kemampuan Iran untuk terus menyerang pelayaran internasional yang melewati Selat Hormuz".

Target-target ini termasuk "sistem pertahanan udara militer Iran, situs radar pantai, kemampuan rudal dan drone, dan kapal-kapal kecil".

CENTCOM mengatakan mereka mengerahkan "pesawat tempur AS, kapal angkatan laut, drone udara serang satu arah, dan drone laut serang satu arah untuk pertama kalinya".
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!