Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Senin, 13 Juli 2026 - 10:41 WIB
Irak juga menegaskan kembali komitmennya untuk tidak mengizinkan wilayah atau ruang udaranya digunakan sebagai titik peluncuran untuk tindakan atau serangan apa pun yang menargetkan Arab Saudi, negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), atau negara-negara lain di kawasan tersebut, imbuh pernyataan tersebut.
Pada Senin (13/7/2026) dini hari, AS kembali menyerang Iran. Ini menjadi serangan putaran keempat terhadap Republik Islam tersebut sejak kedua negara menyepakati gencatan senjata.
Babak pertempuran terbaru ini mengancam pakta sementara yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari oleh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.
“Pada pukul 17.00 sore ET hari ini [Minggu waktu AS], pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan tambahan terhadap Iran untuk terus melemahkan kemampuannya menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz. Panglima Tertinggi telah mengarahkan serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran,” kata Komando Pusat AS atau CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Media-media Iran melaporkan ledakan di bagian selatan negara itu, termasuk di kota-kota pelabuhan Bandar Abbas, Sirik, dan Jask, serta di Pulau Qeshm. Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan terbaru Amerika sebagai “kejahatan perang".
Pada Senin (13/7/2026) dini hari, AS kembali menyerang Iran. Ini menjadi serangan putaran keempat terhadap Republik Islam tersebut sejak kedua negara menyepakati gencatan senjata.
Babak pertempuran terbaru ini mengancam pakta sementara yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari oleh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.
“Pada pukul 17.00 sore ET hari ini [Minggu waktu AS], pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan tambahan terhadap Iran untuk terus melemahkan kemampuannya menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz. Panglima Tertinggi telah mengarahkan serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran,” kata Komando Pusat AS atau CENTCOM dalam sebuah pernyataan.
Media-media Iran melaporkan ledakan di bagian selatan negara itu, termasuk di kota-kota pelabuhan Bandar Abbas, Sirik, dan Jask, serta di Pulau Qeshm. Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan terbaru Amerika sebagai “kejahatan perang".
(mas)
Lihat Juga :