Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya

Senin, 13 Juli 2026 - 10:41 WIB
loading...
Mengapa Iran Tak Serang...
Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman dari Kerajaan Arab Saudi. Iran kecualikan Arab Saudi dalam daftar target saat membalas serangan AS. Foto/SPA
A A A
TEHERAN - Iran telah menutup Selat Hormuz saat menembakkan rudal dan drone ke semua negara Teluk, kecuali Arab Saudi dan Irak, pada hari Minggu sebagai respons atas serangan Amerika Serikat (AS).

Sirene serangan udara dan ledakan dilaporkan terjadi di Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Oman. Sedangkan Arab Saudi dan Irak aman dari serangan balasan Iran.

Baca Juga: AS Bombardir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa mereka telah menyerang pusat dukungan logistik dan fasilitas pengisian bahan bakar untuk kapal induk AS di pelabuhan Duqm, Oman. Garda Revolusi juga mengaku telah menghentikan sebuah kapal di Selat Hormuz karena mengabaikan instruksi berulang untuk mengikuti koridor pelayaran yang disetujui Iran.

“Setelah insiden ini, Selat Hormuz akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut dan hingga berakhirnya intervensi Amerika di wilayah ini,” kata IRGC.

Iran tidak menargetkan Arab Saudi dalam serangan balasannya di kawasan Teluk diduga kuat karena faktor Pakistan. Sedangkan Pakistan adalah meditor utama perundingan Iran dengan AS.

Arab Saudi telah mempertahankan kerja sama pertahanan yang erat dengan Pakistan, termasuk Perjanjian Pertahanan Bersama Strategis (SMDA) yang baru saja ditandatangani.

Sebelumnya, Pakistan mengerahkan jet tempur dan pesawat pendukung ke Arab Saudi untuk meningkatkan keamanan kerajaan di bawah pakta pertahanan.

Menurut laporan EurAsian Times, Pakistan telah mengingatkan Teheran tentang pakta pertahanan bersama dengan Arab Saudi untuk mencegah serangan Iran lebih lanjut terhadap wilayah Saudi. Hal itu ditegaskan Wakil Perdana Menteri yang juga Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar dalam konferensi pers di Islamabad.

“Saya memberi tahu pihak Iran tentang perjanjian pertahanan kami,” katanya. “Pihak Iran mengatakan Arab Saudi harus memastikan bahwa wilayahnya tidak digunakan untuk melawan Iran," katanya lagi.

Sementara itu, Arab Saudi dan Irak pada hari Minggu menegaskan kembali penolakan mereka terhadap penggunaan wilayah negara mana pun untuk mengancam keamanan dan stabilitas negara lain.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi setelah pembicaraan di kerajaan yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan koleganya dari Irak, Fuad Hussein.

"Kedua pihak menggarisbawahi pentingnya menghormati kedaulatan nasional, hubungan bertetangga yang baik, tidak campur tangan dalam urusan internal, dan menolak penggunaan wilayah negara mana pun untuk mengancam keamanan dan stabilitas negara lain," bunyi pernyataan bersama kedua menteri tersebut.

Irak juga menegaskan kembali komitmennya untuk tidak mengizinkan wilayah atau ruang udaranya digunakan sebagai titik peluncuran untuk tindakan atau serangan apa pun yang menargetkan Arab Saudi, negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), atau negara-negara lain di kawasan tersebut, imbuh pernyataan tersebut.

Pada Senin (13/7/2026) dini hari, AS kembali menyerang Iran. Ini menjadi serangan putaran keempat terhadap Republik Islam tersebut sejak kedua negara menyepakati gencatan senjata.

Babak pertempuran terbaru ini mengancam pakta sementara yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari oleh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.

“Pada pukul 17.00 sore ET hari ini [Minggu waktu AS], pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan tambahan terhadap Iran untuk terus melemahkan kemampuannya menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz. Panglima Tertinggi telah mengarahkan serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran,” kata Komando Pusat AS atau CENTCOM dalam sebuah pernyataan.

Media-media Iran melaporkan ledakan di bagian selatan negara itu, termasuk di kota-kota pelabuhan Bandar Abbas, Sirik, dan Jask, serta di Pulau Qeshm. Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan terbaru Amerika sebagai “kejahatan perang".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Serangan Balasan Iran...
Serangan Balasan Iran Diklaim Tewaskan 3 Tentara AS dan Hancurkan Sistem Rudal HIMARS
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Israel Hancurkan 90%...
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Rekomendasi
Syifa Hadju Infeksi...
Syifa Hadju Infeksi Bakteri Jelang Ulang Tahun, Sampai Diinfus di RS
Robot Lahbako-San Antar...
Robot Lahbako-San Antar UNEJ Jadi Juara Tiga KRAI 2026
Ancaman Teror Bom Gegerkan...
Ancaman Teror Bom Gegerkan SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS, Siswa Dievakuasi
Berita Terkini
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved