Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Senin, 13 Juli 2026 - 09:16 WIB
"Graham merupakan mercusuar kejelasan moral dan pemimpin sejati kemitraan AS-Israel," katanya. "Kami akan selamanya berterima kasih atas rasa keadilan, kebenaran, dan loyalitasnya," ujarnya, seperti dikutip i24NEWS, Senin (13/7/2026).
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menulis di X: “Lindsey memahami bahwa keamanan Israel dan Amerika tidak dapat dipisahkan.”
"Israel telah kehilangan salah satu sahabat terbaiknya. Amerika telah kehilangan seorang patriot hebat. Saya telah kehilangan seorang sahabat tercinta," paparnya.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan, "Graham sahabat sejati Negara Israel dan salah satu pendukungnya yang paling kuat dan teguh.”
Dalam unggahannya di X, Katz mencatat bahwa setelah serangan Hamas 7 Oktober 2023, Graham berkunjung ke Israel berulang kali. "Berdiri bahu-membahu dengan rakyat kami dalam demonstrasi solidaritas dan persahabatan yang tak tergoyahkan yang luar biasa," tulisnya.
Pada Mei 2024, Graham mendesak Israel untuk mengebom Gaza seperti Amerika menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II. Seruan berbahaya ini sama halnya dengan menyerukan Israel mengebom Gaza dengan senjata nuklir.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menulis di X: “Lindsey memahami bahwa keamanan Israel dan Amerika tidak dapat dipisahkan.”
"Israel telah kehilangan salah satu sahabat terbaiknya. Amerika telah kehilangan seorang patriot hebat. Saya telah kehilangan seorang sahabat tercinta," paparnya.
Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan, "Graham sahabat sejati Negara Israel dan salah satu pendukungnya yang paling kuat dan teguh.”
Dalam unggahannya di X, Katz mencatat bahwa setelah serangan Hamas 7 Oktober 2023, Graham berkunjung ke Israel berulang kali. "Berdiri bahu-membahu dengan rakyat kami dalam demonstrasi solidaritas dan persahabatan yang tak tergoyahkan yang luar biasa," tulisnya.
Pada Mei 2024, Graham mendesak Israel untuk mengebom Gaza seperti Amerika menjatuhkan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II. Seruan berbahaya ini sama halnya dengan menyerukan Israel mengebom Gaza dengan senjata nuklir.
Lihat Juga :