Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Minggu, 12 Juli 2026 - 19:25 WIB
Uni Eropa berubahn menjadi Republik Pisang. Foto/X
LONDON - Uni Eropa telah merendahkan diri dengan menggunakan celah prosedural yang meragukan yang biasanya digunakan oleh rezim di negara berkembang untuk meloloskan undang-undang yang kontroversial. Itu diungkapkan Pavel Durov.
Pendiri Telegram tersebut merujuk pada peraturan kontroversial yang memungkinkan perusahaan teknologi untuk memindai pesan pengguna mereka, yang konon untuk mendeteksi materi pelecehan seksual anak.
Dalam sebuah unggahan di X pada hari Jumat, pengusaha tersebut menulis: “Dahulu tipikal republik pisang, trik semacam itu sekarang digunakan oleh Uni Eropa untuk meloloskan undang-undang pengawasan.”
Komentar Durov muncul tak lama setelah Parlemen Eropa pada hari Kamis memberikan suara untuk menghidupkan kembali apa yang oleh para kritikus disebut sebagai undang-undang 'Kontrol Obrolan'. Pedoman sementara yang mengizinkan pengintaian awalnya berakhir pada bulan April setelah anggota Parlemen Eropa gagal menemukan titik temu di tengah protes atas masalah privasi.
Pendiri Telegram tersebut merujuk pada peraturan kontroversial yang memungkinkan perusahaan teknologi untuk memindai pesan pengguna mereka, yang konon untuk mendeteksi materi pelecehan seksual anak.
Dalam sebuah unggahan di X pada hari Jumat, pengusaha tersebut menulis: “Dahulu tipikal republik pisang, trik semacam itu sekarang digunakan oleh Uni Eropa untuk meloloskan undang-undang pengawasan.”
Komentar Durov muncul tak lama setelah Parlemen Eropa pada hari Kamis memberikan suara untuk menghidupkan kembali apa yang oleh para kritikus disebut sebagai undang-undang 'Kontrol Obrolan'. Pedoman sementara yang mengizinkan pengintaian awalnya berakhir pada bulan April setelah anggota Parlemen Eropa gagal menemukan titik temu di tengah protes atas masalah privasi.
Lihat Juga :