Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut

Senin, 13 Juli 2026 - 02:20 WIB
Peta politik Malaysia terus berubah warna, PM Anwar Ibrahim kian tersudutkan. Foto/X/Anwar Ibrahim
KUALA LUMPUR - Kemenangan besar Barisan Nasional (BN) dalam pemilu di negara bagian Johor telah meningkatkan pengaruh koalisi dalam pemerintahan persatuan federal Malaysia, sekaligus memaparkan tantangan yang lebih besar bagi Perdana Menteri Anwar Ibrahim dan blok Pakatan Harapan (PH).

Meskipun hasil mengecewakan PH dalam pemilihan negara bagian pada hari Sabtu (11 Juli) menambah tekanan baru pada Anwar, para ahli mengatakan hal itu juga menunjukkan bagaimana basis suara minoritas etnis yang dulunya dapat diandalkan tidak lagi terjamin - meningkatkan taruhan untuk pemilihan negara bagian Negeri Sembilan yang krusial dalam beberapa minggu mendatang.



Baik BN maupun PH adalah rival di Johor meskipun mereka adalah mitra dalam pemerintahan persatuan federal Anwar.

BN memenangkan 48 dari 56 kursi di majelis negara bagian Johor, peningkatan delapan kursi dari pemilihan negara bagian tahun 2022. PH memenangkan delapan kursi tersisa, kehilangan empat kursi dari perolehan sebelumnya sebanyak 12 kursi.

Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut

1. Posisi Tawar UMNO Menguat

“Kemenangan telak BN memperkuat posisi tawar UMNO (Organisasi Nasional Melayu Bersatu) di dalam pemerintahan federal, sementara Pakatan Harapan mungkin akan berada di bawah tekanan yang lebih besar,” kata analis sosial-politik Awang Azman. Awang Pawi dari Universiti Malaya mengatakan kepada CNA.

UMNO adalah partai dominan di dalam BN.

“Anwar dan PH perlu segera meningkatkan strategi, mobilisasi pemilih, dan respons terhadap masalah biaya hidup,” tambahnya.

2. BN Memiliki Daya Tarik Bintang

Para analis mengatakan kemenangan telak BN didorong oleh daya tarik bintang calon kepala menteri de facto mereka, Onn Hafiz Ghazi, ditambah dengan kelemahan dan perpecahan di antara lawan-lawannya.

Sejak menjadi kepala menteri Johor pada tahun 2022, Onn Hafiz telah membangun reputasi sebagai administrator yang berorientasi pada hasil.

Johor mencatat pertumbuhan ekonomi tercepat di Malaysia berdasarkan negara bagian pada tahun 2025, dengan produk domestik bruto (PDB) tumbuh sebesar 8 persen, jauh di atas rata-rata nasional sebesar 5,2 persen.

Negara bagian ini juga menarik investasi yang disetujui senilai rekor RM110 miliar (US$26 miliar), melampaui Selangor dan Kuala Lumpur.

Di luar indikator ekonomi, analis mengatakan bahwa pria berusia 47 tahun itu menumbuhkan citra sebagai pemimpin yang turun tangan dengan secara teratur melibatkan warga dan secara pribadi mengawasi upaya untuk mengatasi masalah yang sudah lama ada, termasuk kemacetan lalu lintas di Jembatan Johor-Singapura dan pemeliharaan jalan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!