AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Minggu, 12 Juli 2026 - 12:42 WIB
"Selama Epic Fury, Raptor melaksanakan misi presisi terhadap pertahanan udara Iran, infrastruktur terkait nuklir, dan simpul komando yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC),” tulis CENTCOM dalam publikasi Citadel-nya.
“Pada 1 Maret, F-22 membuka kampanye dengan menekan baterai S-300 dan Bavar-373, membersihkan koridor untuk pesawat tempur koalisi selanjutnya yang memasuki wilayah udara yang dipertahankan,” imbuh komando tersebut.
"Antara 1 hingga 9 Maret, pesawat tempur siluman tersebut menerbangkan lebih dari 200 sorti tempur sambil tetap tidak terdeteksi oleh jaringan radar Iran sepanjang operasi,” jelas CENTCOM. “Pesawat F-22 Raptor menggunakan desain siluman dan sensor canggihnya untuk menembus wilayah udara yang dijaga ketat dan mengirimkan senjata presisi terhadap fasilitas strategis rezim Iran selama kampanye tersebut.”
Menurut CENTCOM, target-target tersebut termasuk infrastruktur yang terhubung dengan Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Fordow dan Fasilitas Nuklir Natanz. "Raptor menggunakan GBU-39/B Small Diameter Bombs dan GBU-32 Joint Direct Attack Munitions secara internal, mempertahankan [mode] siluman sambil menyerang beberapa target yang diperkuat dengan panduan presisi," papar CENTCOM.
Kedatangan pesawat-pesawat Raptor di RAF Fairford dari Pangkalan Ovda terjadi ketika AS dan Iran meningkatkan serangan satu sama lain minggu ini. Iran juga menyerang target di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai balasan atas serangan AS yang dipicu oleh serangan pihak Teheran terhadap tiga kapal tanker di Selat Hormuz.
Sementara itu, AS kembali menyerang wilayah Iran pada Minggu (12/7/2026) dini hari—serangan putaran ketiga dalam sepekan dengan dalih merespons serangan IRGC Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz. CENTCOM merilis rekaman video serangan rudal yang diklaim menghantam sekitar 140 situs militer Iran.
“Pada 1 Maret, F-22 membuka kampanye dengan menekan baterai S-300 dan Bavar-373, membersihkan koridor untuk pesawat tempur koalisi selanjutnya yang memasuki wilayah udara yang dipertahankan,” imbuh komando tersebut.
"Antara 1 hingga 9 Maret, pesawat tempur siluman tersebut menerbangkan lebih dari 200 sorti tempur sambil tetap tidak terdeteksi oleh jaringan radar Iran sepanjang operasi,” jelas CENTCOM. “Pesawat F-22 Raptor menggunakan desain siluman dan sensor canggihnya untuk menembus wilayah udara yang dijaga ketat dan mengirimkan senjata presisi terhadap fasilitas strategis rezim Iran selama kampanye tersebut.”
Menurut CENTCOM, target-target tersebut termasuk infrastruktur yang terhubung dengan Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Fordow dan Fasilitas Nuklir Natanz. "Raptor menggunakan GBU-39/B Small Diameter Bombs dan GBU-32 Joint Direct Attack Munitions secara internal, mempertahankan [mode] siluman sambil menyerang beberapa target yang diperkuat dengan panduan presisi," papar CENTCOM.
Kedatangan pesawat-pesawat Raptor di RAF Fairford dari Pangkalan Ovda terjadi ketika AS dan Iran meningkatkan serangan satu sama lain minggu ini. Iran juga menyerang target di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai balasan atas serangan AS yang dipicu oleh serangan pihak Teheran terhadap tiga kapal tanker di Selat Hormuz.
Sementara itu, AS kembali menyerang wilayah Iran pada Minggu (12/7/2026) dini hari—serangan putaran ketiga dalam sepekan dengan dalih merespons serangan IRGC Iran terhadap kapal komersial di Selat Hormuz. CENTCOM merilis rekaman video serangan rudal yang diklaim menghantam sekitar 140 situs militer Iran.
Lihat Juga :