Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
Minggu, 12 Juli 2026 - 09:08 WIB
Topan Bavi terjang wilayah China, memaksa hampir 2 juta orang mengungsi. Topan ganas ini sebelumnya menerjang Filipina, Taiwan, dan Jepang. Foto/South China Morning Post
BEIJING - Topan Bavi telah menerjang wilayah China timur sejak Sabtu setelah hampir 2 juta orang dipaksa mengungsi demi keselamatan mereka. Belum ada laporan langsung tentang kerusakan atau korban jiwa akibat terjangan topan ganas ini.
Sebelum mencapai wilayah China, topan Bavi menerjang Taiwan utara dan pulau-pulau terpencil di barat daya Jepang, menumbangkan banyak pohon dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan akses listrik.
Baca Juga:AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Cuaca ekstrem telah menyebabkan kerusakan parah di China selatan dan tengah minggu ini, dengan badai yang menewaskan sedikitnya 39 orang dan menyebabkan puluhan sungai meluap serta bendungan waduk jebol.
Topan Bavi pertama kali mendarat sekitar pukul 23.20 di provinsi Zhejiang, menurut observatorium meteorologi provinsi setempat yang dikutip Xinhua, Minggu (12/7/2026).
Topan tersebut—yang pertama kali mendarat di kota Yuhuan—membawa angin hingga 144 kilometer (90 mil) per jam.
Topan tersebut memantul kembali menjauh dari daratan dan menghantam untuk kedua kalinya di Kota Yueqing sekitar 20 menit kemudian.
Sebelum mencapai wilayah China, topan Bavi menerjang Taiwan utara dan pulau-pulau terpencil di barat daya Jepang, menumbangkan banyak pohon dan menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan akses listrik.
Baca Juga:AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Cuaca ekstrem telah menyebabkan kerusakan parah di China selatan dan tengah minggu ini, dengan badai yang menewaskan sedikitnya 39 orang dan menyebabkan puluhan sungai meluap serta bendungan waduk jebol.
Topan Bavi pertama kali mendarat sekitar pukul 23.20 di provinsi Zhejiang, menurut observatorium meteorologi provinsi setempat yang dikutip Xinhua, Minggu (12/7/2026).
Topan tersebut—yang pertama kali mendarat di kota Yuhuan—membawa angin hingga 144 kilometer (90 mil) per jam.
Topan tersebut memantul kembali menjauh dari daratan dan menghantam untuk kedua kalinya di Kota Yueqing sekitar 20 menit kemudian.
Lihat Juga :