Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman

Jum'at, 10 Juli 2026 - 09:06 WIB
Sumber pemerintah Jerman mengatakan bahwa menteri pertahanan kedua negara menandatangani surat pernyataan niat untuk kesepakatan rudal Tomahawk pada hari Selasa setelah negosiasi sebelumnya antara Merz dan Presiden AS Donald Trump serta pejabat keamanan senior dari kedua negara.

Dalam surat tersebut, Amerika Serikat berkomitmen untuk memberikan persetujuan resmi atas penjualan rudal Tomahawk dan peluncur Typhoon berbasis darat pada bulan Agustus, meskipun jumlah rudal yang diperoleh akan tetap dirahasiakan.

Pada hari Rabu, Inggris mengumumkan bahwa selusin sekutu NATO Eropa—termasuk Jerman—akan bersama-sama menghabiskan sekitar USD50 miliar selama dekade berikutnya untuk mengembangkan senjata serang presisi jarak jauh baru.

Sumber pemerintah Jerman mengatakan bahwa Berlin berencana untuk menyumbang sekitar setengah dari biaya proyek tersebut.

Pistorius mengatakan kelompok tersebut akan mengembangkan rudal jelajah jarak jauh dan kendaraan luncur hipersonik, dan membeli drone jarak jauh siap pakai.

Pengumuman tersebut datang setelah berbulan-bulan ketidakpastian tentang apakah AS akan menempatkan rudal tersebut di Jerman, yang telah dijanjikan oleh pendahulu Trump, mantan presiden AS Joe Biden.

Pada bulan Mei, Merz mengisyaratkan bahwa rencana penempatan rudal Tomahawk dibatalkan. Pada saat itu, Merz menyebutkan menipisnya persenjataan AS karena perang di Iran dan Ukraina sebagai alasannya.

Hal itu juga terjadi setelah perselisihan antara Merz dan Trump terkait perang AS-Israel melawan Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!