Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman

Jum'at, 10 Juli 2026 - 09:06 WIB
loading...
Berubah Pikiran Lagi,...
Amerika Serikat sepakat akan memasok rudal jelajah Tomahawk ke Jerman setelah sebelumnya membatalkan rencana pengerahan senjata tersebut. Foto/US Navy
A A A
BERLIN - Pemerintah Amerika Serikat (AS) berubah pikiran lagi, dari yang sebelumnya menolak mengerahkan rudal canggih Tomahawk ke Jerman sekarang bersedia melakukannya. Kali ini, mekanismenya Berlin membeli senjata tersebut dari Washington.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan AS telah menyetujui penjualan rudal jelajah Tomahawk ke Berlin.

"Di sela-sela pertemuan NATO di Ankara, kami sepakat dengan pemerintah Amerika bahwa rudal Tomahawk Amerika akan dibeli oleh kami dan ditempatkan di Jerman," kata Merz kepada anggota Parlemen Jerman dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia

"Langkah ini akan menutup celah strategis penting dalam pertahanan kita," lanjut Merz.

"Pada saat yang sama, kami akan berupaya mengembangkan sistem Eropa kami sendiri dan menempatkannya di Eropa," imbuh dia.

Merz tidak mengatakan kapan dia memperkirakan Tomahawk akan dikirim Amerika.

Rudal-rudal Tomahawk, terutama diluncurkan dari kapal selam dan kapal perang, dapat menempuh jarak lebih dari 1.600 kilometer (1.000 mil).

"AS memiliki kemampuan kunci yang tidak dapat kami abaikan di Eropa," kata Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius.

Pistorius mengatakan bahwa Jerman berkomitmen untuk membangun industri pertahanan Eropa, tetapi membeli rudal Tomahawk dari Washington saat ini adalah satu-satunya cara untuk memenuhi komitmen NATO Jerman.

"Ini terutama berlaku untuk kemampuan ofensif yang dibutuhkan untuk pencegahan—dan untuk menanggapi serangan terhadap wilayah NATO, yang ingin kita cegah," kata Pistorius, yang dilansir AFP, Jumat (10/7/2026).

Dia menambahkan, "Kesepakatan ini adalah tanda kuat persahabatan transatlantik dan kerja sama yang saling percaya."

Berlin memandang penempatan rudal jelajah jarak jauh—seperti Tomahawk buatan AS—sebagai bagian kunci dari strategi pencegahannya terhadap Rusia.

Moskow telah menempatkan rudal jelajah Iskander di eksklave Kaliningrad, yang dapat menyerang target di negara-negara NATO Eropa.

Pengeluaran Eropa


Sumber pemerintah Jerman mengatakan bahwa menteri pertahanan kedua negara menandatangani surat pernyataan niat untuk kesepakatan rudal Tomahawk pada hari Selasa setelah negosiasi sebelumnya antara Merz dan Presiden AS Donald Trump serta pejabat keamanan senior dari kedua negara.

Dalam surat tersebut, Amerika Serikat berkomitmen untuk memberikan persetujuan resmi atas penjualan rudal Tomahawk dan peluncur Typhoon berbasis darat pada bulan Agustus, meskipun jumlah rudal yang diperoleh akan tetap dirahasiakan.

Pada hari Rabu, Inggris mengumumkan bahwa selusin sekutu NATO Eropa—termasuk Jerman—akan bersama-sama menghabiskan sekitar USD50 miliar selama dekade berikutnya untuk mengembangkan senjata serang presisi jarak jauh baru.

Sumber pemerintah Jerman mengatakan bahwa Berlin berencana untuk menyumbang sekitar setengah dari biaya proyek tersebut.

Pistorius mengatakan kelompok tersebut akan mengembangkan rudal jelajah jarak jauh dan kendaraan luncur hipersonik, dan membeli drone jarak jauh siap pakai.

Pengumuman tersebut datang setelah berbulan-bulan ketidakpastian tentang apakah AS akan menempatkan rudal tersebut di Jerman, yang telah dijanjikan oleh pendahulu Trump, mantan presiden AS Joe Biden.

Pada bulan Mei, Merz mengisyaratkan bahwa rencana penempatan rudal Tomahawk dibatalkan. Pada saat itu, Merz menyebutkan menipisnya persenjataan AS karena perang di Iran dan Ukraina sebagai alasannya.

Hal itu juga terjadi setelah perselisihan antara Merz dan Trump terkait perang AS-Israel melawan Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
AS Incar Tuan Rumah...
AS Incar Tuan Rumah Piala Dunia Antarklub 2029
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Momen Horor, Pilot Bunuh...
Momen Horor, Pilot Bunuh Diri Loncat dari Pesawat saat Terbang
Rekomendasi
Wardatina Mawa Resmi...
Wardatina Mawa Resmi Cerai dari Insanul Fahmi, Unggah Pesan Menohok untuk Mantan Suami
BPOM Terbitkan Aturan...
BPOM Terbitkan Aturan Baru Iklan Obat, Influencer Dilarang Promosi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Naik ke 5.936, Transaksi Awal Cetak Rp629 M
Berita Terkini
Mojtaba Akan Pimpin...
Mojtaba Akan Pimpin Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei, Bakal Muncul untuk Pertama Kalinya?
Horor! Siswa Daratkan...
Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved