Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk

Jum'at, 10 Juli 2026 - 07:36 WIB
Serangan terbaru AS diklaim sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz awal pekan ini. Kapal-kapal tersebut, termasuk dari Qatar dan Arab Saudi, dihantam rudal saat melewati jalur perairan vital tersebut, mengikuti rute yang lebih dekat ke sisi Oman.

Iran bersikeras agar semua kapal melewati dekat pantai Iran. Anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan Iran tersebut, baik terhadap kapal maupun wilayah negara-negara Teluk.

Inti dari perselisihan ini adalah dua pemahaman yang berbeda tentang bagaimana melangkah maju: Trump menginginkan dimulainya kembali lalu lintas melalui selat dengan cepat untuk mengurangi harga energi menjelang pemilu paruh waktu yang penting, sementara Iran menolak langkah apa pun yang dapat mengurangi kendalinya atas lalu lintas di sana.

Serangan kapal tersebut memicu reaksi keras dari Trump yang menyebut kepemimpinan Iran sebagai "sampah", menambahkan bahwa nota kesepahaman (MoU) telah "berakhir". Namun, kedua pihak belum secara resmi menarik diri dari kesepakatan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!