Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk

Jum'at, 10 Juli 2026 - 07:36 WIB
loading...
Usai Serang Iran, Trump...
Presiden AS Donald Trump memberi briefing kepada PM Israel Benjamin Netanyahu tentang taktik AS di Teluk setelah serangan baru Amerika terhadap Iran. Foto/Screenshot video CNN
A A A
TEL AVIV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memberi briefing (pengarahan) kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada hari Kamis tentang langkah-langkah Amerika di Teluk. Pengarahan via telepon itu diberikan tak lama setelah militer Washington meluncurkan serangan terbaru terhadap wilayah Iran, yang memicu serangan balasan Teheran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di Teluk.

"Sebagai bagian dari kontak berkelanjutan antara keduanya, Presiden Trump memberi tahu Perdana Menteri tentang langkah-langkah Amerika di Teluk," kata kantor Netanyahu dalam sebuah unggahan di X.

Baca Juga: 10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah

Seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa kontak telepon tersebut memang terjadi, tapi dia tidak memberikan detail lebih lanjut.

Kantor Netanyahu mengatakan Trump dan Netanyahu sepakat untuk melanjutkan koordinasi. “Antara negara-negara di berbagai arena,” imbuh kantor tersebut.

Sebelumnya pada hari Kamis, dalam upacara kelulusan Angkatan Udara di Pangkalan Udara Hatzerim di Israel selatan, Netanyahu mengatakan: “Perang [Iran] belum berakhir. Ada tantangan baru.”

“Mempertahankan superioritas udara adalah pilar fundamental doktrin keamanan nasional Israel. Ini adalah kunci untuk menjaga stabilitas di Timur Tengah yang bergejolak,” katanya seperti dikutip dari surat kabar Yedioth Ahronoth, Jumat (10/7/2026).

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir juga mengatakan bahwa kampanye militer melawan Iran belum berakhir.

“Di atas kertas ada rencana baru. Operasi besar masih diperkirakan akan terjadi di depan kita. Bersiaplah,” katanya dalam pernyataan singkat.

Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan Israel siap menyerang Iran jika diperlukan.

“Tentara siap dan siaga untuk melanjutkan pertempuran, guna merebut kembali superioritas udara dan menyerang Iran lagi, untuk menghilangkan ancaman, termasuk untuk ketiga kalinya jika perlu,” kata Katz pada upacara di pangkalan tersebut.

Serangan terbaru AS diklaim sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz awal pekan ini. Kapal-kapal tersebut, termasuk dari Qatar dan Arab Saudi, dihantam rudal saat melewati jalur perairan vital tersebut, mengikuti rute yang lebih dekat ke sisi Oman.

Iran bersikeras agar semua kapal melewati dekat pantai Iran. Anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan Iran tersebut, baik terhadap kapal maupun wilayah negara-negara Teluk.

Inti dari perselisihan ini adalah dua pemahaman yang berbeda tentang bagaimana melangkah maju: Trump menginginkan dimulainya kembali lalu lintas melalui selat dengan cepat untuk mengurangi harga energi menjelang pemilu paruh waktu yang penting, sementara Iran menolak langkah apa pun yang dapat mengurangi kendalinya atas lalu lintas di sana.

Serangan kapal tersebut memicu reaksi keras dari Trump yang menyebut kepemimpinan Iran sebagai "sampah", menambahkan bahwa nota kesepahaman (MoU) telah "berakhir". Namun, kedua pihak belum secara resmi menarik diri dari kesepakatan tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
AS Bombardir 5 Provinsi...
AS Bombardir 5 Provinsi Iran, 14 Orang Tewas 78 Luka
Rekomendasi
Prancis Menanti Pemenang...
Prancis Menanti Pemenang Spanyol vs Belgia: Siapa Lebih Berbahaya di Semifinal?
15 Perwira Dimutasi...
15 Perwira Dimutasi Kapolri Jadi Dirlantas pada Juni 2026, Ini Namanya
BPOM Terbitkan Aturan...
BPOM Terbitkan Aturan Baru Iklan Obat, Influencer Dilarang Promosi
Berita Terkini
Suporter Maroko Mengamuk...
Suporter Maroko Mengamuk di London usai Timnya Dikalahkan Prancis 2-0
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Lagi, Wakil Menteri...
Lagi, Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Rp193 Miliar di Dalam Drainase Air Hujan
Usai Serang Iran, Trump...
Usai Serang Iran, Trump Briefing Netanyahu tentang Taktik AS di Teluk
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved