Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS

Kamis, 09 Juli 2026 - 12:40 WIB
Trump mengatakan dia pikir apa yang disebutnya JCPOA adalah "kesepakatan yang mengerikan".

Tak lama kemudian, Trump lagi-lagi salah menyebut nama. Dia bertanya kepada wartawan apakah ada yang ingin mengajukan pertanyaan kepada "Presiden Putin". Padahal, maksudnya adalah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang berada di dekatnya, bukannya Presiden Rusia Vladimir Putin.

Setelah para wartawan mengoreksinya, dia mencoba memperbaiki keadaan dengan mengatakan bahwa dia sebenarnya bertanya apakah ada yang memiliki pertanyaan untuk Putin yang kemudian dapat dia sampaikan kepada Presiden Rusia.

Trump berulang tahun ke-80 bulan lalu. Sebelum ulang tahunnya, Gedung Putih merilis memo dari dokter presiden yang menyatakan bahwa Trump dalam kondisi kesehatan yang sangat baik dengan fungsi fisik keseluruhan yang kuat.

Beberapa jam setelah Trump berbicara di KTT NATO, AS membombardir wilayah Iran pada Kamis (9/7/2026) dini hari atau serangan hari kedua dua secara beruntun.

Permusuhan kembali pecah setelah AS dan sekutu Arabnya di kawasan itu menyalahkan Iran atas serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.

Dalam sebuah pernyataan di X, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan, "Pasukan AS melakukan serangan tambahan terhadap Iran untuk lebih melemahkan kemampuan mereka mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!