KBRI Moskow Jembatani Kerjasama Sektor Energi Antara RI dan Rusia
Selasa, 22 September 2020 - 14:19 WIB
Ngurah mengatakan, pasokan energi di Indonesia dan Rusia selama ini memang masih didominasi oleh energi fosil. “Penggunaan energi fosil yakni migas dan batubara mencakup 69% konsumsi energi di Indonesia, hal ini serupa dengan Rusia dimana 75% konsumsi energi berasal dari gas dan batubara," ucap Ngurah. ( Baca juga: RUU Cipta Kerja Instrumen untuk Tarik Investasi Berorientasi Ekspor )
Sementara itu, Wakil Presiden Business Russia, Nonna Kagramanyan mengatakan dia menyambut baik penyelenggaraan webinar ini dan mendorong kerja sama Indonesia-Rusia di bidang energi. “Rusia merupakan mitra yang tepat bagi Indonesia untuk pengembangan sumber energi alternatif dan energi terbarukan” ujar Nonna.
Aditia Prasta, Kepala Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) London menyatakan bahwa Indonesia memiliki kepentingan dalam pengembangan energi terbarukan “Indonesia saat ini memiliki target 23% energi baru dan terbarukan pada tahun 2025, sesuai dengan amanat Rencana Umum Energi Nasional (RUEN)” sahutnya.
Di sisi lain, Toronata Tambun, pakar energi Indonesia menyatakan bahwa di masa yang akan datang Indonesia masih akan memiliki kebutuhan yang besar pada energi fosil, sehingga tidak bisa hanya bergantung pada energi baru dan terbarukan.
“Para pelaku usaha Rusia di bidang energi harus memandang ini sebagai opportunity untuk melakukan investasi di Indonesia, bukan hanya untuk energi baru dan terbarukan tetapi juga pengembangan energi fosil menggunakan clean technology,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Presiden Business Russia, Nonna Kagramanyan mengatakan dia menyambut baik penyelenggaraan webinar ini dan mendorong kerja sama Indonesia-Rusia di bidang energi. “Rusia merupakan mitra yang tepat bagi Indonesia untuk pengembangan sumber energi alternatif dan energi terbarukan” ujar Nonna.
Aditia Prasta, Kepala Indonesian Investment Promotion Center (IIPC) London menyatakan bahwa Indonesia memiliki kepentingan dalam pengembangan energi terbarukan “Indonesia saat ini memiliki target 23% energi baru dan terbarukan pada tahun 2025, sesuai dengan amanat Rencana Umum Energi Nasional (RUEN)” sahutnya.
Di sisi lain, Toronata Tambun, pakar energi Indonesia menyatakan bahwa di masa yang akan datang Indonesia masih akan memiliki kebutuhan yang besar pada energi fosil, sehingga tidak bisa hanya bergantung pada energi baru dan terbarukan.
“Para pelaku usaha Rusia di bidang energi harus memandang ini sebagai opportunity untuk melakukan investasi di Indonesia, bukan hanya untuk energi baru dan terbarukan tetapi juga pengembangan energi fosil menggunakan clean technology,” ujarnya.
Lihat Juga :