Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
Selasa, 07 Juli 2026 - 02:20 WIB
Kehancuran Israel bukan dari musuh asing. Foto/X
TEL AVIV - Sebuah jajak pendapat baru oleh Jewish People Policy Institute mengatakan 60 persen warga Israel percaya ada risiko “konkret dan nyata” terjadinya perang saudara di Israel.
Survei tersebut juga menemukan 79 persen warga Israel menilai tahun lalu sebagai tahun yang “buruk” secara sosial, sementara 49 persen mengatakan mereka pesimis tentang masa depan.
Menurut jajak pendapat tersebut, 52 persen warga Israel percaya ada “kemungkinan besar” terjadinya pembunuhan politik yang menargetkan seorang perdana menteri atau tokoh politik senior lainnya.
“Masyarakat Israel menunjukkan ketahanan dan optimisme yang luar biasa, namun tetap sangat terpecah belah dan terpolarisasi,” kata presiden lembaga think tank tersebut, Yedidia Stern, seperti dikutip oleh Israel National News.
“Masyarakat memandang perpecahan internal sebagai musuh utama mereka, dan kita sangat membutuhkan rencana aksi jangka panjang untuk menumbuhkan solidaritas dan kepercayaan.”
Sementara itu, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan Israel telah memulai apa yang disebutnya sebagai “revolusi pemukiman”, menambahkan bahwa dorongan tersebut tidak akan terbatas pada Tepi Barat yang diduduki.
Survei tersebut juga menemukan 79 persen warga Israel menilai tahun lalu sebagai tahun yang “buruk” secara sosial, sementara 49 persen mengatakan mereka pesimis tentang masa depan.
Menurut jajak pendapat tersebut, 52 persen warga Israel percaya ada “kemungkinan besar” terjadinya pembunuhan politik yang menargetkan seorang perdana menteri atau tokoh politik senior lainnya.
“Masyarakat Israel menunjukkan ketahanan dan optimisme yang luar biasa, namun tetap sangat terpecah belah dan terpolarisasi,” kata presiden lembaga think tank tersebut, Yedidia Stern, seperti dikutip oleh Israel National News.
“Masyarakat memandang perpecahan internal sebagai musuh utama mereka, dan kita sangat membutuhkan rencana aksi jangka panjang untuk menumbuhkan solidaritas dan kepercayaan.”
Sementara itu, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengatakan Israel telah memulai apa yang disebutnya sebagai “revolusi pemukiman”, menambahkan bahwa dorongan tersebut tidak akan terbatas pada Tepi Barat yang diduduki.
Lihat Juga :