Usai Zionis Hancurkan Patung Yesus, Netanyahu Klaim Desa Kristen Lebanon Minta Dicaplok Israel agar Dilindungi
Senin, 06 Juli 2026 - 08:55 WIB
"Bahkan mempertimbangkan gagasan itu sama sekali tidak mungkin," kata al-Amil. "15 kota Kristen telah mengeluarkan pernyataan dua hari yang lalu yang membantah klaim tersebut," katanya lagi.
Pada Jumat pekan lalu, para penduduk desa Kristen menegaskan kembali tekad mereka untuk tetap tinggal di tanah mereka, menekankan kesetiaan mereka terhadap identitas nasional mereka dan keterikatan mereka pada bendera nasional Lebanon.
Sejak perang dimulai, beberapa desa Kristen di Lebanon selatan telah mengalami penembakan, serangan udara, pengungsian, dan kerusakan infrastruktur oleh militer Israel.
Sebagian besar tetap dihuni meskipun ada perintah evakuasi Israel, dengan penduduk memilih untuk tetap tinggal untuk melindungi rumah, gereja, dan lahan pertanian mereka, meskipun beberapa desa dievakuasi sebagian atau seluruhnya.
Selama perang, militer Israel telah memperingatkan beberapa desa mayoritas Kristen—melalui panggilan telepon kepada wali kota dan pejabat setempat—untuk tidak mengizinkan "orang asing" masuk. Orang asing yang dimaksud merujuk pada milisi Hizbullah.
Dalam pidato terpisah pada upacara kenegaraan pada hari Minggu, Netanyahu menegaskan kembali bahwa militer Israel akan mempertahankan kehadirannya di Lebanon selatan. "Selama diperlukan untuk melindungi penduduk utara dan semua warga negara Israel," katanya.
Sementara itu, Kepala Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengunjungi pasukan yang ditempatkan di dekat Kastil Beaufort di Lebanon selatan pada hari Minggu, dan bersumpah bahwa tentara Israel akan terus beroperasi secara tegas untuk menghilangkan ancaman dari wilayah Lebanon.
Pada Jumat pekan lalu, para penduduk desa Kristen menegaskan kembali tekad mereka untuk tetap tinggal di tanah mereka, menekankan kesetiaan mereka terhadap identitas nasional mereka dan keterikatan mereka pada bendera nasional Lebanon.
Sejak perang dimulai, beberapa desa Kristen di Lebanon selatan telah mengalami penembakan, serangan udara, pengungsian, dan kerusakan infrastruktur oleh militer Israel.
Sebagian besar tetap dihuni meskipun ada perintah evakuasi Israel, dengan penduduk memilih untuk tetap tinggal untuk melindungi rumah, gereja, dan lahan pertanian mereka, meskipun beberapa desa dievakuasi sebagian atau seluruhnya.
Selama perang, militer Israel telah memperingatkan beberapa desa mayoritas Kristen—melalui panggilan telepon kepada wali kota dan pejabat setempat—untuk tidak mengizinkan "orang asing" masuk. Orang asing yang dimaksud merujuk pada milisi Hizbullah.
Netanyahu Nekat Duduki Lebanon Selatan
Dalam pidato terpisah pada upacara kenegaraan pada hari Minggu, Netanyahu menegaskan kembali bahwa militer Israel akan mempertahankan kehadirannya di Lebanon selatan. "Selama diperlukan untuk melindungi penduduk utara dan semua warga negara Israel," katanya.
Sementara itu, Kepala Militer Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, mengunjungi pasukan yang ditempatkan di dekat Kastil Beaufort di Lebanon selatan pada hari Minggu, dan bersumpah bahwa tentara Israel akan terus beroperasi secara tegas untuk menghilangkan ancaman dari wilayah Lebanon.
Lihat Juga :