Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kamis, 02 Juli 2026 - 16:59 WIB
Menteri Pertahanan Israel Yisrael Katz (kiri) mengunjungi pangkalan militer dan unit militer di wilayah jajahan Lebanon selatan pada 12 April 2026. Foto/Elad Malka (IMoD)/Anadolu Agency
TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pada hari Rabu (1/7/2026) bahwa pasukan Israel akan tetap berada di apa yang ia sebut sebagai "zona keamanan" di Lebanon, Suriah, dan Gaza untuk jangka waktu yang tidak terbatas, tanpa jadwal penarikan.
Berbicara pada upacara peringatan untuk para prajurit yang tewas dalam perang tahun 2006 dengan Lebanon, Katz mengatakan, "Tentara Israel akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza sampai pemberitahuan lebih lanjut untuk melindungi penduduk dan komunitas kami dari unsur-unsur jihadis."
Ia menekankan, “Israel tidak akan menarik diri dari zona keamanan."
Katz juga memperbarui peringatannya kepada Teheran, mengatakan Iran akan menghadapi serangan "dengan kekuatan penuh" jika menyerang pasukan Israel yang beroperasi di Lebanon.
Pernyataannya disampaikan sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selama gerakan Hizbullah yang didukung Iran terus menimbulkan ancaman bagi penduduk Israel utara.
Para pemimpin Israel telah berulang kali mengatakan tentara tidak akan menarik diri dari Lebanon sampai Hizbullah dilucuti senjatanya.
Berbicara pada upacara peringatan untuk para prajurit yang tewas dalam perang tahun 2006 dengan Lebanon, Katz mengatakan, "Tentara Israel akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah, dan Gaza sampai pemberitahuan lebih lanjut untuk melindungi penduduk dan komunitas kami dari unsur-unsur jihadis."
Ia menekankan, “Israel tidak akan menarik diri dari zona keamanan."
Katz juga memperbarui peringatannya kepada Teheran, mengatakan Iran akan menghadapi serangan "dengan kekuatan penuh" jika menyerang pasukan Israel yang beroperasi di Lebanon.
Pernyataannya disampaikan sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon selama gerakan Hizbullah yang didukung Iran terus menimbulkan ancaman bagi penduduk Israel utara.
Para pemimpin Israel telah berulang kali mengatakan tentara tidak akan menarik diri dari Lebanon sampai Hizbullah dilucuti senjatanya.
Lihat Juga :