Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Selasa, 23 Juni 2026 - 09:24 WIB
JNS International Policy Summit telah menjadi platform penting bagi tokoh-tokoh konservatif Israel dan internasional, pembuat kebijakan, dan aktivis. Pertemuan tahun ini menampilkan diskusi tentang keamanan regional, masa depan Kesepakatan Abraham, Iran, dan konsekuensi geopolitik dari perang Israel di seluruh Timur Tengah.
Israel dan Mesir menandatangani perjanjian perdamaian pada tahun 1979 dan telah mempertahankan kerja sama keamanan selama beberapa dekade, sementara hubungan antara Israel dan Turki telah berfluktuasi di tengah ketegangan atas Gaza, Yerusalem, dan isu-isu regional yang lebih luas.
Cohen menekankan bahwa Israel harus mempersiapkan diri untuk masa depan di mana tantangan utama negara itu bukan berasal dari aktor Syiah, tetapi dari kekuatan politik Sunni dan kekuatan regional.
“Israel perlu kuat, Amerika perlu kuat,” katanya. “Sayangnya, Amerika lemah," imbuh dia, yang dilansir Middle East Monitor, Selasa (23/6/2026).
Israel dan Mesir menandatangani perjanjian perdamaian pada tahun 1979 dan telah mempertahankan kerja sama keamanan selama beberapa dekade, sementara hubungan antara Israel dan Turki telah berfluktuasi di tengah ketegangan atas Gaza, Yerusalem, dan isu-isu regional yang lebih luas.
Cohen menekankan bahwa Israel harus mempersiapkan diri untuk masa depan di mana tantangan utama negara itu bukan berasal dari aktor Syiah, tetapi dari kekuatan politik Sunni dan kekuatan regional.
“Israel perlu kuat, Amerika perlu kuat,” katanya. “Sayangnya, Amerika lemah," imbuh dia, yang dilansir Middle East Monitor, Selasa (23/6/2026).
(mas)
Lihat Juga :