China akan Kehilangan Akses pada Stasiun Pelacak Antariksa Australia

Selasa, 22 September 2020 - 02:02 WIB
Australia memiliki aliansi kuat dengan AS, termasuk bekerja sama dalam riset dan program antariksa. Hubungan diplomatik Australia dan China juga pecah.

“China terakhir menggunakan Stasiun Satelit Yatharagga di kota Perth, Australia, pada Juni 2013 untuk mendukung misi Shenzhou 10 dengan tiga orang yang menyelesaikan serangkaian tes docking antariksa,” papar pernyataan SSC. (Baca Juga: Iran: Penerapan Kembali Sanksi PBB Hanya Ada di Imajinasi Pompeo)

SSC menjelaskan kontrak sekarang mendukung misi antariksa sains China dalam program untuk penerbangan manusia ke antariska untuk telemetri, pelacakan dan layanan komando. (Baca Infografis: Mampukah S-400 Milik China Rontokkan Rudal-Rudal AS di Taiwan?)

Stasiun darat menjadi bagian penting dalam program antariksa karena menciptakan jaringan telekomunikasi dengan pesawat antariksa. Meski berbagai stasiun itu memiliki kemampuan berbeda, mereka dapat dilengkapi untuk koordinasi satelit untuk Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS) sipil-militer seperti Beidou, GLONASS Rusia, sistem Galileo Uni Eropa dan GPS milik AS. (Lihat Video: Keluarga Dikucilkan, Pasien Covid-19 di Mandailing Natal Curhat di Medsos)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!