Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Selasa, 09 Juni 2026 - 08:00 WIB
"Sama seperti di masa lalu, tempat-tempat ini akan kembali kepada kita sekali lagi. Insya Allah, mereka akan kembali di bawah kekuasaan dan otoritas kita, karena kita memiliki pemimpin global seperti Recep Tayyip Erdoğan di pucuk pimpinan kita. Kita memiliki pemimpin berkaliber global," imbuh dia.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz merespons sinis komentar menteri Turki tersebut.
“Saya katakan kepada menteri dalam negeri Turki, yang mengancam dan bermimpi untuk menguasai Yerusalem: Yerusalem bukanlah Konstantinopel, dan Israel bukanlah Kekaisaran Salib yang sedang runtuh. Israel adalah negara yang kuat dan teguh yang telah membuktikan kemampuannya untuk membela diri terhadap ancaman apa pun,” kata Katz, yang dilansir Middle East Monitor, Selasa (9/6/2026).
"Yerusalem telah menjadi ibu kota bangsa Yahudi selama 3.000 tahun dan akan tetap menjadi ibu kota Israel selamanya, sementara Kekaisaran Ottoman yang Anda dan Erdogan impikan telah runtuh dan tidak akan pernah kembali," paparnya.
Katz menambahkan: “Sangat disayangkan bahwa Anda tidak belajar apa pun dari warisan Mustafa Kemal Atatürk, yang berupaya menjadikan Turki sebagai negara modern. Sebaliknya, Anda mencoba membawa Turki kembali ke era kegelapan dan keterbelakangan.”
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz merespons sinis komentar menteri Turki tersebut.
“Saya katakan kepada menteri dalam negeri Turki, yang mengancam dan bermimpi untuk menguasai Yerusalem: Yerusalem bukanlah Konstantinopel, dan Israel bukanlah Kekaisaran Salib yang sedang runtuh. Israel adalah negara yang kuat dan teguh yang telah membuktikan kemampuannya untuk membela diri terhadap ancaman apa pun,” kata Katz, yang dilansir Middle East Monitor, Selasa (9/6/2026).
"Yerusalem telah menjadi ibu kota bangsa Yahudi selama 3.000 tahun dan akan tetap menjadi ibu kota Israel selamanya, sementara Kekaisaran Ottoman yang Anda dan Erdogan impikan telah runtuh dan tidak akan pernah kembali," paparnya.
Katz menambahkan: “Sangat disayangkan bahwa Anda tidak belajar apa pun dari warisan Mustafa Kemal Atatürk, yang berupaya menjadikan Turki sebagai negara modern. Sebaliknya, Anda mencoba membawa Turki kembali ke era kegelapan dan keterbelakangan.”
(mas)
Lihat Juga :