Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran

Sabtu, 06 Juni 2026 - 08:11 WIB
“Azerbaijan tidak pernah mengizinkan, dan tidak akan pernah mengizinkan, wilayahnya digunakan untuk tujuan tersebut,” imbuhnya, seperti dikutip Anadolu, Sabtu (6/6/2026).

Kementerian tersebut menegaskan kembali bahwa Azerbaijan tetap berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas regional, dan hubungan bertetangga yang baik, dan menggambarkan tuduhan tersebut sebagai upaya lain untuk menyebarkan disinformasi.

Ketegangan regional meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari, memicu siklus serangan balasan yang memperluas ketidakstabilan di seluruh wilayah.

Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan terhadap Israel dan menargetkan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, sekaligus mengganggu pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur penting untuk pasokan energi global.

Gencatan senjata kemudian diberlakukan, meskipun upaya diplomatik untuk mengamankan kesepakatan yang lebih luas terus berlanjut.

Sekadar diketahui, Israel dan Azerbaijan mempertahankan hubungan erat seputar kepentingan komersial dan militer. Baku memasok sebagian besar minyak Israel. Sebagai imbalannya, Israel menjual persenjataan canggih kepada Azerbaijan, beberapa di antaranya digunakan dalam konflik Nagorno-Karabakh pada tahun 2016 dan 2020 melawan Armenia. Azerbaijan juga merupakan negara asing pertama yang membeli sistem pertahanan udara Iron Dome Israel pada tahun 2016.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!