AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
Kamis, 04 Juni 2026 - 12:12 WIB
Bulan lalu, Pentagon membatalkan rotasi 4.000 pasukan yang direncanakan ke Polandia, tak lama setelah mengumumkan penarikan 5.000 tentara dari Jerman. Namun, AS kemudian memutuskan untuk mengirim 5.000 tentara tambahan ke Polandia.
Surat kabar FT menggambarkan pembicaraan tentang rencana penyebaran senjata nuklir tersebut sebagai "sangat rahasia" dan menyatakan bahwa pembicaraan tersebut mungkin tidak akan menghasilkan perubahan apa pun dalam pengaturan pembagian nuklir yang ada.
Saat ini enam negara NATO menjadi tuan rumah senjata nuklir AS dan pesawat berkemampuan ganda (DCA) yang disertifikasi untuk mengirimkannya—Belgia, Jerman, Italia, Belanda, Turki, dan Inggris.
Beberapa anggota NATO di sayap timur blok tersebut, termasuk Polandia dan beberapa negara Baltik, telah menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah senjata nuklir AS dan DCA, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut kepada FT.
Negara-negara anggota NATO di Eropa tetap sangat bergantung pada AS untuk kemampuan-kemampuan kunci, meskipun mereka telah secara drastis meningkatkan anggaran militernya dalam beberapa tahun terakhir dengan dalih ancaman Rusia.
Surat kabar FT menggambarkan pembicaraan tentang rencana penyebaran senjata nuklir tersebut sebagai "sangat rahasia" dan menyatakan bahwa pembicaraan tersebut mungkin tidak akan menghasilkan perubahan apa pun dalam pengaturan pembagian nuklir yang ada.
Saat ini enam negara NATO menjadi tuan rumah senjata nuklir AS dan pesawat berkemampuan ganda (DCA) yang disertifikasi untuk mengirimkannya—Belgia, Jerman, Italia, Belanda, Turki, dan Inggris.
Beberapa anggota NATO di sayap timur blok tersebut, termasuk Polandia dan beberapa negara Baltik, telah menyatakan minat untuk menjadi tuan rumah senjata nuklir AS dan DCA, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut kepada FT.
Negara-negara anggota NATO di Eropa tetap sangat bergantung pada AS untuk kemampuan-kemampuan kunci, meskipun mereka telah secara drastis meningkatkan anggaran militernya dalam beberapa tahun terakhir dengan dalih ancaman Rusia.
Lihat Juga :