Bukan Program Nuklir, Pelepasan Aset yang Dibekukan Jadi Tuntutan Utama Iran
Senin, 25 Mei 2026 - 17:38 WIB
Menurut informasi Tasnim, klaim tersebut sama sekali tidak benar dan Iran menolak untuk menghubungkan pelepasan aset yang dibekukan dengan masalah material nuklir.
“Iran bersikeras bahwa sebagian dari asetnya yang dibekukan harus segera dilepaskan setelah pengumuman kesepakatan apa pun, dan harus sepenuhnya dapat diakses oleh Iran. Pengalaman pahit di masa lalu terkait pelepasan aset, yang secara efektif disabotase oleh penundaan Amerika, tidak boleh terulang,” kata laporan itu.
Laporan itu juga menyatakan bahwa Iran belum membuat komitmen apa pun mengenai detail masalah nuklir pada tahap ini.
Pelepasan aset pada tahap pertama tidak ada hubungannya dengan masalah material nuklir.
Selain itu, kesepakatan awal apa pun harus fokus secara eksklusif pada “mengakhiri perang.”
“Jika pelepasan aset yang dibekukan tidak terjadi, salah satu garis merah Iran akan dilanggar, dan tidak akan ada kesepakatan,” tegas laporan itu.
Pernyataan tersebut muncul ketika Presiden AS Donald Trump mengklaim pada hari Minggu bahwa ia telah memberi tahu para negosiatornya untuk tidak “terburu-buru.”
“Iran bersikeras bahwa sebagian dari asetnya yang dibekukan harus segera dilepaskan setelah pengumuman kesepakatan apa pun, dan harus sepenuhnya dapat diakses oleh Iran. Pengalaman pahit di masa lalu terkait pelepasan aset, yang secara efektif disabotase oleh penundaan Amerika, tidak boleh terulang,” kata laporan itu.
Laporan itu juga menyatakan bahwa Iran belum membuat komitmen apa pun mengenai detail masalah nuklir pada tahap ini.
Pelepasan aset pada tahap pertama tidak ada hubungannya dengan masalah material nuklir.
Selain itu, kesepakatan awal apa pun harus fokus secara eksklusif pada “mengakhiri perang.”
“Jika pelepasan aset yang dibekukan tidak terjadi, salah satu garis merah Iran akan dilanggar, dan tidak akan ada kesepakatan,” tegas laporan itu.
Pernyataan tersebut muncul ketika Presiden AS Donald Trump mengklaim pada hari Minggu bahwa ia telah memberi tahu para negosiatornya untuk tidak “terburu-buru.”
Lihat Juga :