6 Sinyal Perang Iran dan AS Akan Segera Berakhir, Hadirnya Solusi Saling Menguntungkan

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:09 WIB
Agresi kriminal AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan pejabat dan komandan senior Iran, termasuk Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Melansir Press TV, Angkatan Bersenjata Iran merespons dengan melancarkan operasi rudal dan drone setiap hari yang menargetkan lokasi di wilayah pendudukan Israel serta pangkalan dan aset militer AS di seluruh wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Iran membalas serangan tersebut dengan menutup Selat Hormuz, yang mengakibatkan peningkatan signifikan harga minyak dan produk turunannya.

Pada tanggal 8 April, empat puluh hari setelah perang dimulai, gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan antara Iran dan AS mulai berlaku.

Negosiasi berlangsung di ibu kota Pakistan, Islamabad, tetapi terhenti sebelum mencapai kesepakatan di tengah tuntutan maksimalis Washington dan desakan pada posisi yang tidak masuk akal.

4. Selat Hormuz Tak Ada Kaitannya dengan AS

Di bagian lain pidatonya, Baghaei menyinggung masalah Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa jalur air strategis tersebut "tidak ada hubungannya dengan Amerika."

Ia menambahkan bahwa Iran dan Oman, sebagai negara pesisir Selat Hormuz, harus menentukan mekanisme untuk itu.

Ketika ditanya apakah Selat Hormuz termasuk dalam memorandum 14 poin, juru bicara tersebut mengatakan bahwa masalah tersebut secara logis akan dibahas.

Namun, ia menambahkan, mengakhiri “pembajakan dan perampokan maritim AS” terhadap pelayaran internasional bahkan lebih penting daripada Selat Hormuz.

Iran menutup selat tersebut bagi musuh-musuhnya dan sekutu mereka setelah agresi AS-Israel yang tidak beralasan. Otoritas Iran mulai memberlakukan kontrol yang jauh lebih ketat bulan lalu setelah pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang blokade yang menargetkan kapal dan pelabuhan Iran.

Teheran mengatakan tindakan tersebut melanggar ketentuan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!