Trump dan Xi Jinping Gagal Sepakati Jalan untuk Akhiri Perang AS vs Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:07 WIB
Namun, ada spekulasi tentang seberapa jauh AS telah menekan China, yang merupakan importir minyak Iran terbesar, akan menggunakan pengaruhnya untuk memaksa Teheran mencabut blokade Selat Hormuz.

Beijing mungkin melihat sedikit insentif untuk melakukannya. Iran mengatakan awal pekan ini bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan China, yang telah mengizinkan sejumlah besar kapal tanker minyak untuk melewati Selat Hormuz, dengan Beijing menyetujui biaya terbatas yang dikenakan Teheran untuk melewati selat tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengatakan sekitar 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz dengan izin Teheran sejak Rabu malam, termasuk beberapa kapal China.

Hal ini terjadi beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengunjungi Menteri Luar Negeri China Wang Yi, di mana yang terakhir mengatakan gencatan senjata diperlukan dan menyerukan transit bebas melalui selat tersebut—tanpa menyebutkan pasukan mana yang memblokirnya.

Kementerian Luar Negeri China kemudian mendesak "pihak-pihak yang terlibat" untuk segera memulihkan "jalur normal dan aman" melalui Selat Hormuz.

"Mengenai isu nuklir, disebutkan bahwa China menghargai komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, sekaligus mengakui hak sah Iran untuk penggunaan energi nuklir secara damai," katanya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!