Pakar AS Ini Yakin Washington Menderita Kekalahan Total yang Belum Pernah Terjadi, Ini Analisisnya

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:30 WIB
"Jika Amerika Serikat dengan Angkatan Lautnya yang perkasa tidak mampu atau tidak mau membuka selat tersebut, maka koalisi kekuatan mana pun yang hanya memiliki sebagian kecil kemampuan Amerika pun tidak akan mampu melakukannya," katanya.

5. Posisi Geopolitik AS Akan Berubah

Kagan menggambarkan keruntuhan tersebut bukan sebagai kemunduran regional, tetapi sebagai kegagalan strategis global yang secara fundamental mengubah posisi Amerika di dunia.

"Posisi Amerika yang dulunya dominan di Teluk Persia hanyalah korban pertama dari banyak korban lainnya," ia memperingatkan. "Sekutu Amerika di Asia Timur dan Eropa harus mempertanyakan daya tahan Amerika jika terjadi konflik di masa depan."

Yang memperparah penghinaan strategis ini adalah penipisan sumber daya militer Amerika yang mengejutkan selama perang yang sedang berlangsung, yang telah banyak didokumentasikan di media AS.

"Hanya beberapa minggu perang dengan kekuatan peringkat kedua telah mengurangi persediaan senjata Amerika ke tingkat yang sangat rendah, tanpa solusi cepat yang terlihat," tulis Kagan.

Ia segera menambahkan bahwa Amerika Serikat kini mendapati dirinya tidak mampu mengendalikan konsekuensi dari perang yang telah mereka picu – perang yang telah mereka kalahkan.

"Sekutu Amerika pasti bertanya-tanya tentang daya tahan Amerika jika terjadi konflik di masa depan," ujarnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!