Wabah Hantavirus Juga Sampai Israel, 1 Orang Terinfeksi
Jum'at, 08 Mei 2026 - 13:53 WIB
Strain Andes berasal dari Amerika Selatan, terutama di Argentina dan Chile, dan unik karena kasus penularan dari orang ke orang melalui kontak dekat dan berkepanjangan jarang terjadi dan telah terdokumentasi.
Meskipun demikian, wabah Hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius terus menjadi perhatian otoritas kesehatan di seluruh dunia. Beberapa negara sedang berupaya melacak penumpang yang meninggalkan kapal sebelum berlabuh di lepas pantai Cape Verde untuk memastikan mereka tidak menunjukkan gejala atau secara tidak sengaja menginfeksi orang lain.
Sejauh ini, tiga penumpang—pasangan Belanda dan seorang warga negara Jerman—telah meninggal dalam wabah di atas kapal MV Hondius. Sebanyak delapan kasus terkonfirmasi atau diduga terkait dengan pelayaran tersebut telah dilaporkan, termasuk seorang warga negara Swiss yang dirawat di rumah sakit di Zurich.
Kapal tersebut, yang membawa sekitar 147 penumpang dan awak kapal dari 23 negara, berangkat dari Ushuaia di Argentina selatan pada 1 April. Rutenya melewati Antartika dan pulau-pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan, termasuk Georgia Selatan, Tristan da Cunha, Saint Helena, dan Pulau Ascension.
Setelah beberapa kasus penyakit pernapasan parah dilaporkan di atas kapal, kapal tersebut berlabuh di lepas pantai Praia di Cape Verde. Para penumpang tidak diizinkan untuk turun.
Pada hari Rabu, tiga pasien dievakuasi dari kapal, dua di antaranya dalam kondisi serius. Kapal tersebut kemudian berlayar menuju Kepulauan Canary setelah Spanyol mengumumkan akan mengizinkan kapal tersebut berlabuh karena alasan medis dan kemanusiaan.
Menurut Kementerian Kesehatan Spanyol, kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Tenerife dalam waktu sekitar tiga hari. Jika mereka yang berada di kapal tetap tanpa gejala, warga negara asing nantinya akan dipulangkan ke negara asal mereka.
Wabah di kapal tersebut telah menarik perhatian khusus karena strain Hantavirus Andes yang lebih berbahaya telah diidentifikasi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan risiko bagi masyarakat umum tetap rendah, dan tidak ada bukti bahwa virus tersebut menyebar melalui kontak biasa sehari-hari.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan pihaknya memantau warga negara Amerika yang berada di kapal atau terkait dengan pelayaran tersebut sebagai bagian dari upaya pelacakan kontak.
Meskipun demikian, wabah Hantavirus yang terkait dengan kapal pesiar MV Hondius terus menjadi perhatian otoritas kesehatan di seluruh dunia. Beberapa negara sedang berupaya melacak penumpang yang meninggalkan kapal sebelum berlabuh di lepas pantai Cape Verde untuk memastikan mereka tidak menunjukkan gejala atau secara tidak sengaja menginfeksi orang lain.
Sejauh ini, tiga penumpang—pasangan Belanda dan seorang warga negara Jerman—telah meninggal dalam wabah di atas kapal MV Hondius. Sebanyak delapan kasus terkonfirmasi atau diduga terkait dengan pelayaran tersebut telah dilaporkan, termasuk seorang warga negara Swiss yang dirawat di rumah sakit di Zurich.
Kapal tersebut, yang membawa sekitar 147 penumpang dan awak kapal dari 23 negara, berangkat dari Ushuaia di Argentina selatan pada 1 April. Rutenya melewati Antartika dan pulau-pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan, termasuk Georgia Selatan, Tristan da Cunha, Saint Helena, dan Pulau Ascension.
Setelah beberapa kasus penyakit pernapasan parah dilaporkan di atas kapal, kapal tersebut berlabuh di lepas pantai Praia di Cape Verde. Para penumpang tidak diizinkan untuk turun.
Pada hari Rabu, tiga pasien dievakuasi dari kapal, dua di antaranya dalam kondisi serius. Kapal tersebut kemudian berlayar menuju Kepulauan Canary setelah Spanyol mengumumkan akan mengizinkan kapal tersebut berlabuh karena alasan medis dan kemanusiaan.
Menurut Kementerian Kesehatan Spanyol, kapal tersebut diperkirakan akan tiba di Tenerife dalam waktu sekitar tiga hari. Jika mereka yang berada di kapal tetap tanpa gejala, warga negara asing nantinya akan dipulangkan ke negara asal mereka.
Wabah di kapal tersebut telah menarik perhatian khusus karena strain Hantavirus Andes yang lebih berbahaya telah diidentifikasi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan risiko bagi masyarakat umum tetap rendah, dan tidak ada bukti bahwa virus tersebut menyebar melalui kontak biasa sehari-hari.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan pihaknya memantau warga negara Amerika yang berada di kapal atau terkait dengan pelayaran tersebut sebagai bagian dari upaya pelacakan kontak.
Apa Itu Hantavirus?
Lihat Juga :