Hamas Desak AS Hentikan Agresi Israel di Gaza

Kamis, 07 Mei 2026 - 21:31 WIB
Warga Palestina yang tewas dan terluka dalam serangan Israel dipindahkan ke Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza, Palestina pada 6 Mei 2026. Foto/Abed Rahim Khatib/Anadolu Agency
JALUR GAZA - Hamas mengatakan eskalasi Israel di Jalur Gaza merupakan "pelanggaran berkelanjutan" terhadap perjanjian gencatan senjata. Gerakan tersebut menyerukan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara yang menjamin perjanjian tersebut untuk campur tangan guna menghentikan serangan terhadap warga sipil.

"Eskalasi oleh tentara pendudukan di Jalur Gaza, dan serangan udara yang menargetkan lingkungan Al-Daraj dan Al-Zaytoun di Kota Gaza, dan Al-Mawasi di sebelah barat Khan Younis, yang mengakibatkan kematian beberapa warga dan melukai beberapa lainnya, merupakan pelanggaran berkelanjutan terhadap perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani di Sharm el-Sheikh dan perpanjangan dari perang genosida yang sedang berlangsung," ungkap Hamas.



Ditambahkan, "Pemerintah pendudukan teroris terus melakukan kejahatan brutal terhadap rakyat kami di Jalur Gaza di bawah kedok perjanjian gencatan senjata, tanpa menghadapi reaksi apa pun yang akan mencegahnya dari pelanggaran serius terhadap perjanjian dan hukum humaniter internasional ini."

Hamas menyerukan kepada pemerintahan AS dan negara-negara yang menjamin perjanjian Sharm el-Sheikh untuk “bertindak segera untuk menahan pendudukan fasis dan memaksanya menghentikan agresinya terhadap orang-orang tak berdosa di Jalur Gaza.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!