Langka, Parlemen Desak Pemerintah AS Buka-bukaan soal Senjata Nuklir Israel

Kamis, 07 Mei 2026 - 13:18 WIB
Mereka khususnya berfokus pada Pusat Penelitian Nuklir Negev di Dimona, yang sejak lama diyakini sebagai inti dari program nuklir Israel.

“Apakah Israel saat ini memiliki kemampuan pengayaan uranium, dan pada tingkat berapa?” tanya mereka, memohon rincian tentang bahan fisil dan produksi plutonium.

Surat itu selanjutnya menanyakan apakah Israel, yang bukan penandatangan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT), telah mengartikulasikan kepada AS “doktrin nuklir, garis merah, atau ambang batas penggunaan nuklir dalam konteks konflik saat ini dengan Iran?”

“Apakah pemerintah telah menerima jaminan dari Israel bahwa senjata nuklir tidak akan digunakan?” lanjut pernyataan para anggota Parlemen.

“Apakah ada indikasi bahwa Israel berencana untuk menggunakan atau mengerahkan senjata nuklir selama konflik Iran baru-baru ini atau selama konflik lainnya?”

Apa yang Diketahui tentang Program Nuklir Israel?



Beberapa mantan pejabat AS, whistleblower Israel, dan dokumen intelijen AS yang tidak diklasifikasikan telah selama beberapa dekade mengungkap dugaan program nuklir Israel.

Dokumen menunjukkan bahwa pada tahun 1968, CIA memberi tahu Presiden AS saat itu, Lyndon B. Johnson, bahwa Israel telah mengembangkan atau mampu mengembangkan senjata nuklir.

Penerus Johnson, Presiden Richard Nixon kemudian dilaporkan mencapai kesepakatan dengan Perdana Menteri Israel saat itu, Golda Meir, di mana Israel setuju untuk tidak mengakui atau menguji persenjataan nuklirnya sebagai imbalan atas penghentian tekanan pengawasan oleh Washington.

Teknisi nuklir Israel yang kemudian menjadi whistleblower, Mordechai Vanunu, membocorkan bukti Pusat Penelitian Nuklir Negev kepada Sunday Times Inggris dalam laporan penting tahun 1968.

Dalam suratnya kepada Rubio, para anggota Parlemen AS mencatat bahwa “catatan publik secara kuat dan konsisten mendukung kesimpulan bahwa Israel memiliki senjata nuklir”. Mereka merujuk pada Laporan Intelijen Nasional Khusus AS tahun 1974 dan beberapa pernyataan dari pejabat AS dan Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!