Iran Peringatkan Rute Pelayaran Baru AS Melalui Selat Hormuz Berbatu, Dangkal, dan Berisiko
Selasa, 05 Mei 2026 - 20:30 WIB
Desain konsep abstrak kapal perang fregat Angkatan Laut Iran dengan bendera dan overlay radar. Foto/Legion-Media/Sunshine Seeds
TEHERAN - Hampir tertutupnya selat yang mengalir antara Iran dan Oman ini telah menyebabkan lonjakan harga bahan bakar dunia dan mengguncang ekonomi global. Pusat Informasi Maritim Gabungan yang dipimpin Amerika Serikat (AS) menyarankan kapal-kapal yang terdampar untuk berlayar melalui selat di perairan Oman.
AS mengatakan mereka telah mendirikan "zona keamanan yang ditingkatkan". Namun, kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan dua kapal komersial yang mencoba menggunakan rute laut tersebut kini terjebak.
"Perairan di dekat pantai Oman berbatu, dan kapal-kapal tidak dapat meninggalkan atau kembali dari bagian ini," Fars mengutip "sumber yang mengetahui" yang tidak disebutkan namanya.
"Pantai selatan Selat Hormuz di dekat dua pulau Musandam dan al-Khail tidak memiliki kemampuan geografis untuk menjadi koridor maritim, dan perjalanan kapal melalui daerah selatan yang berbatu dan dangkal sangat berisiko," ungkap laporan berita tersebut.
AS mengatakan mereka telah mendirikan "zona keamanan yang ditingkatkan". Namun, kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan dua kapal komersial yang mencoba menggunakan rute laut tersebut kini terjebak.
"Perairan di dekat pantai Oman berbatu, dan kapal-kapal tidak dapat meninggalkan atau kembali dari bagian ini," Fars mengutip "sumber yang mengetahui" yang tidak disebutkan namanya.
"Pantai selatan Selat Hormuz di dekat dua pulau Musandam dan al-Khail tidak memiliki kemampuan geografis untuk menjadi koridor maritim, dan perjalanan kapal melalui daerah selatan yang berbatu dan dangkal sangat berisiko," ungkap laporan berita tersebut.
Lihat Juga :