China: Presiden Taiwan Lai Ching-te seperti Tikus
Senin, 04 Mei 2026 - 15:16 WIB
Kantor Urusan Taiwan China menyebut Lai sebagai "pembuat onar" dan menuduhnya meninggalkan penduduk pulau tersebut setelah gempa bumi besar hanya untuk terbang ke Eswatini.
“Tindakan tercela Lai Ching-te, seperti tikus yang menyeberang jalan, pasti akan dicemooh oleh komunitas internasional. Pengabaian Lai Ching-te terhadap keselamatan rakyat dan penipuannya yang sembrono terhadap publik pasti akan ditolak oleh sebagian besar warga Taiwan. Apa yang disebut ‘prestasi diplomatik’ yang dengan susah payah direkayasa oleh Lai Ching-te hanyalah tipu daya dan bahan tertawaan,” kata kantor tersebut.
Lai membalas, menulis di X: "Taiwan tidak akan pernah terhalang oleh tekanan eksternal." Dia menambahkan, "Taiwan akan terus terlibat dengan dunia—apa pun tantangan yang dihadapi.”
Dewan Urusan Daratan Taiwan, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (4/5/2026), juga membalas dengan menyebut kecaman Beijing sebagai “omong kosong”, yang menurutnya “sangat membosankan.”
Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatan China. Meskipun Beijing mengatakan pihaknya berupaya untuk melakukan reunifikasi secara damai dengan pulau tersebut, mereka memberi sinyal pada tahun 2022 bahwa China tidak akan melepaskan penggunaan kekuatan untuk mencapai tujuannya.
“Tindakan tercela Lai Ching-te, seperti tikus yang menyeberang jalan, pasti akan dicemooh oleh komunitas internasional. Pengabaian Lai Ching-te terhadap keselamatan rakyat dan penipuannya yang sembrono terhadap publik pasti akan ditolak oleh sebagian besar warga Taiwan. Apa yang disebut ‘prestasi diplomatik’ yang dengan susah payah direkayasa oleh Lai Ching-te hanyalah tipu daya dan bahan tertawaan,” kata kantor tersebut.
Lai membalas, menulis di X: "Taiwan tidak akan pernah terhalang oleh tekanan eksternal." Dia menambahkan, "Taiwan akan terus terlibat dengan dunia—apa pun tantangan yang dihadapi.”
Dewan Urusan Daratan Taiwan, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (4/5/2026), juga membalas dengan menyebut kecaman Beijing sebagai “omong kosong”, yang menurutnya “sangat membosankan.”
Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah kedaulatan China. Meskipun Beijing mengatakan pihaknya berupaya untuk melakukan reunifikasi secara damai dengan pulau tersebut, mereka memberi sinyal pada tahun 2022 bahwa China tidak akan melepaskan penggunaan kekuatan untuk mencapai tujuannya.
(mas)
Lihat Juga :