5 Fakta Kehancuran 16 Pangkalan AS di Timur Tengah yang Ditutupi Pentagon
Minggu, 03 Mei 2026 - 01:10 WIB
Pangkalan Udara Ali Al-Salem, Kuwait
Kamp Buehring, Kuwait
Kamp Arifjan, Kuwait
Pangkalan Angkatan Laut Mohammed Al-Ahmad, Kuwait
Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar
Pangkalan Udara Al-Dhafra, UEA
Pelabuhan Jebel Ali, UEA
Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.
Beberapa serangan ini telah dikonfirmasi oleh pejabat AS atau dilaporkan oleh Reuters dan media internasional lainnya, sementara yang lain sebagian besar masih berdasarkan klaim Iran.
Selain serangan yang dilakukan Iran terhadap fasilitas militer Washington di negara-negara Teluk, Teheran juga berhasil menyerang infrastruktur minyak dan gas, serta beberapa bangunan yang diklaimnya sebagai tempat tinggal tentara Amerika.
Dengan negara-negara Teluk dilaporkan mulai mengambil langkah antisipasi dan mencari sekutu potensial di tempat lain.
“Aliansi dengan AS tidak bisa eksklusif dan tidak… tak tergoyahkan,” kata CNN mengutip sumber Saudi pada hari Jumat.
Negara-negara Teluk juga menderita karena ekspor utama mereka – bahan bakar fosil – terkunci di Selat Hormuz akibat blokade Iran dan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. UEA dilaporkan telah memperingatkan Departemen Keuangan AS bahwa mereka mungkin terpaksa memperdagangkan minyak dalam yuan Tiongkok untuk mengkompensasinya.
Kamp Buehring, Kuwait
Kamp Arifjan, Kuwait
Pangkalan Angkatan Laut Mohammed Al-Ahmad, Kuwait
Pangkalan Udara Al-Udeid, Qatar
Pangkalan Udara Al-Dhafra, UEA
Pelabuhan Jebel Ali, UEA
Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Arab Saudi.
Beberapa serangan ini telah dikonfirmasi oleh pejabat AS atau dilaporkan oleh Reuters dan media internasional lainnya, sementara yang lain sebagian besar masih berdasarkan klaim Iran.
Selain serangan yang dilakukan Iran terhadap fasilitas militer Washington di negara-negara Teluk, Teheran juga berhasil menyerang infrastruktur minyak dan gas, serta beberapa bangunan yang diklaimnya sebagai tempat tinggal tentara Amerika.
Dengan negara-negara Teluk dilaporkan mulai mengambil langkah antisipasi dan mencari sekutu potensial di tempat lain.
“Aliansi dengan AS tidak bisa eksklusif dan tidak… tak tergoyahkan,” kata CNN mengutip sumber Saudi pada hari Jumat.
Negara-negara Teluk juga menderita karena ekspor utama mereka – bahan bakar fosil – terkunci di Selat Hormuz akibat blokade Iran dan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. UEA dilaporkan telah memperingatkan Departemen Keuangan AS bahwa mereka mungkin terpaksa memperdagangkan minyak dalam yuan Tiongkok untuk mengkompensasinya.
(ahm)
Lihat Juga :