Iran Tawarkan Proposal Pembukaan Selat Hormuz, Perang Akan Berakhir?

Senin, 27 April 2026 - 15:10 WIB
Ada harapan untuk putaran pembicaraan baru, tetapi Trump kemudian mengatakan kepada Fox News bahwa ia telah membatalkan kunjungan tersebut, dengan mengatakan tidak ada gunanya "duduk-duduk dan membicarakan hal yang tidak penting."

Sebelummnya, Menteri Luar Negeri Iran tiba di Rusia pada hari Senin ketika upaya perdamaian antara Teheran dan Washington masih belum pasti, setelah serangkaian diplomasi regional dan runtuhnya rencana pembicaraan di Pakistan.

Abbas Araghchi tiba di Saint Petersburg, kata Kementerian Luar Negeri Iran di Telegram, di mana ia diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Hal ini terjadi setelah Araghchi mengunjungi Oman di antara kunjungannya ke ibu kota Pakistan, Islamabad, ketika para mediator berupaya menjaga agar pembicaraan perdamaian antara Teheran dan Washington tetap berjalan.

Media pemerintah Iran melaporkan pada hari Senin, mengutip Araghchi yang mengatakan bahwa diskusi tentang hubungan bilateral dan isu-isu regional, termasuk konflik Iran-AS, akan diadakan dengan para pejabat Rusia.

Ia mengatakan bahwa konsultasi baru-baru ini di Pakistan telah meninjau kondisi di mana pembicaraan Iran-AS dapat dilanjutkan, menekankan bahwa Teheran akan berupaya untuk mengamankan hak dan kepentingan nasionalnya setelah konflik selama beberapa minggu.

Ia juga mengatakan bahwa Iran dan Oman, sebagai negara pesisir Selat Hormuz, telah sepakat untuk melanjutkan konsultasi tingkat ahli untuk memastikan transit yang aman dan melindungi kepentingan bersama di jalur air tersebut.

Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana kunjungan ke Islamabad oleh utusannya Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Sebagai tanda bahwa upaya masih berlangsung, kantor berita Fars mengatakan Iran telah mengirimkan "pesan tertulis" kepada Amerika melalui mediator Pakistan yang menguraikan garis merah, termasuk masalah nuklir dan Selat Hormuz.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!