Trump Merespons Manifesto Tersangka Penembakan: Saya Bukan Pemerkosa, Saya Bukan Pedofil!

Senin, 27 April 2026 - 11:31 WIB
Presiden Trump juga menyalahkan "ujaran kebencian" oleh para pemimpin Partao Demokrat atas kekerasan politik di Amerika, mengeklaim itu sangat berbahaya.

"Saya sudah pernah mengalami ini beberapa kali sebelumnya, dan Ibu Negara tidak perlu...," kata Trump, tanpa meneruskan ucapannya.

"Dia menanganinya dengan sangat baik. Dia sangat kuat...Kami pergi ke ruang tunggu untuk sementara waktu, dan saya mencoba membujuk mereka untuk melanjutkan acara jika memungkinkan," imbuh Trump.

Trump juga mengeklaim bahwa dia tidak khawatir ketika mendengar tembakan dilepaskan. "Saya mengerti kehidupan. Kita hidup di dunia yang gila," katanya.

Ini adalah upaya pembunuhan ketiga terhadap Trump dalam dua tahun terakhir.

Trump juga menjawab ketika ditanya mengapa butuh waktu bagi Secret Service untuk mengawalnya keluar ruangan setelah tembakan dilepaskan, sementara Wakil Presiden JD Vance dievakuasi dalam hitungan detik.

"Saya ingin melihat apa yang terjadi, dan saya tidak mempermudah mereka. Saya ingin melihat apa yang sedang terjadi... Saya dikelilingi oleh orang-orang hebat. Dan mungkin saya membuat mereka bertindak sedikit lebih lambat. Saya berkata, 'Tunggu sebentar, tunggu sebentar. Biarkan saya lihat. Tunggu sebentar'," katanya.

Dia menambahkan bahwa dia benar-benar ingin kembali masuk.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!