Trump: Sangat Tidak Mungkin Memperpanjang Gencatan Senjata dengan Iran Jika...

Selasa, 21 April 2026 - 08:36 WIB
Pernyataan terbaru Trump muncul ketika para pejabat pemerintahannya melakukan perjalanan ke Islamabad, Pakistan, untuk putaran kedua perundingan damai dengan Iran. Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada The Hill pada hari Minggu bahwa Wakil Presiden Vance akan memimpin delegasi tersebut, yang juga akan mencakup utusan AS Steve Witkoff dan menantu presiden; Jared Kushner.

Pada hari Senin, Trump menepis anggapan bahwa dia berada di bawah "tekanan" untuk mencapai kesepakatan dengan Iran.

“Saya sama sekali tidak berada di bawah tekanan, meskipun, semuanya akan terjadi, relatif cepat! Waktu bukanlah musuh saya, satu-satunya hal yang penting adalah kita akhirnya, setelah 47 tahun, membereskan KEKACAUAN yang dibiarkan terjadi oleh Presiden-Presiden lain karena mereka tidak memiliki Keberanian atau Pandangan Jauh untuk melakukan apa yang harus dilakukan sehubungan dengan Iran,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

Selama wawancaranya dengan Bloomberg, Trump menyampaikan nada yang serupa, mengatakan bahwa dia "tidak akan terburu-buru membuat kesepakatan yang buruk" dengan rezim Iran. Presiden Amerika itu telah menuntut agar Teheran meninggalkan program nuklirnya. "Kita punya banyak waktu," ujarnya.

Mengenai Selat Hormuz, Trump mengatakan kepada Bloomberg bahwa Angkatan Laut AS akan tetap memblokade jalur air tersebut "sampai kesepakatan ditandatangani". Blokade dimulai pada 13 April.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!