3 Kapal Induk AS Bersiap Kepung Iran, Salah Satunya Kapal Terbesar di Dunia
Minggu, 19 April 2026 - 08:16 WIB
“Peluncur tersebut kemungkinan besar telah dipindahkan oleh saudara-saudara kami dan sekarang diarahkan ke Abraham Lincoln dan semua kapal perang Amerika," kata Rezaei yang mengenakan seragam militer.
"Mereka semua berada di bawah peluncur kami sekarang dan kami akan menenggelamkan semuanya. Kami tidak akan membiarkan satu pun lolos dari kami. Gencatan senjata, biasanya, harus menjadi langkah pertama setelah serangkaian perjanjian. Itulah mengapa saya tidak menerima ini sebagai gencatan senjata. Ini adalah keheningan,” lanjut Rezaei.
Rezaei, yang merupakan mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), diangkat sebagai penasihat militer Mojtaba pada bulan lalu. Dalam wawancaranya, dia menyindir Presiden AS Donald Trump sebagai polisi di Selat Hormuz.
"Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" ujarnya.
"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal kami, dan kami dapat menghancurkannya," imbuh Rezaei.
Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik transit minyak paling penting di dunia, dan gangguan apa pun di sana dapat memiliki implikasi signifikan bagi pasokan dan keamanan energi global.
"Mereka semua berada di bawah peluncur kami sekarang dan kami akan menenggelamkan semuanya. Kami tidak akan membiarkan satu pun lolos dari kami. Gencatan senjata, biasanya, harus menjadi langkah pertama setelah serangkaian perjanjian. Itulah mengapa saya tidak menerima ini sebagai gencatan senjata. Ini adalah keheningan,” lanjut Rezaei.
Rezaei, yang merupakan mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), diangkat sebagai penasihat militer Mojtaba pada bulan lalu. Dalam wawancaranya, dia menyindir Presiden AS Donald Trump sebagai polisi di Selat Hormuz.
"Trump ingin menjadi polisi Selat Hormuz. Apakah ini benar-benar tugas Anda? Apakah ini tugas tentara yang kuat seperti AS?" ujarnya.
"Kapal-kapal Anda ini akan ditenggelamkan oleh rudal pertama kami dan telah menciptakan bahaya besar bagi militer AS. Mereka pasti dapat terkena rudal kami, dan kami dapat menghancurkannya," imbuh Rezaei.
Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik transit minyak paling penting di dunia, dan gangguan apa pun di sana dapat memiliki implikasi signifikan bagi pasokan dan keamanan energi global.
(mas)
Lihat Juga :