Perundingan Gagal, AS-Israel dan Iran Akan Perang Lagi?

Minggu, 12 April 2026 - 12:17 WIB
"Kampanye ini belum berakhir, tetapi sudah jelas bahwa kita telah mencapai prestasi bersejarah. Iran mencoba mengepung kita dengan cekikan—Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, rezim Assad di Suriah, milisi di Irak, Houthi di Yaman. Iran sendiri ingin mencekik kita, tetapi kita mencekik mereka. Mereka mengancam kita dengan pemusnahan dan sekarang mereka berjuang untuk bertahan hidup," katanya, berbicara tentang perang yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.

Pernyataan Netanyahu disampaikan sesaat setelah perundingan damai AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Pada Minggu pagi, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan tidak ada kemajuan yang dicapai meskipun telah dilakukan pembicaraan selama 21 jam antara kedua pihak. Dia mengatakan berita ini buruk, tetapi lebih buruk bagi Iran daripada AS.

Vance mengatakan AS memasuki pembicaraan dengan itikad baik dan fleksibel, tetapi tidak dapat memperoleh komitmen yang jelas dan tegas dari Iran bahwa mereka tidak akan mencari atau mengembangkan senjata nuklir di masa depan, yang ia gambarkan sebagai tuntutan inti AS.

Teheran menyalahkan kegagalan perundingan tersebut pada tuntutan AS yang "tidak masuk akal". Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, mengatakan delegasi Iran mengajukan berbagai inisiatif tetapi kemajuan terhambat oleh pihak AS, memaksa pembicaraan berakhir tanpa hasil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!