Iran Izinkan kapal-kapal Irak Bebas Lewati Selat Hormuz

Minggu, 05 April 2026 - 14:08 WIB
Terhambatnya pengiriman barang di jalur perairan tersebut telah mengacaukan pasar energi global, mendorong kenaikan harga bahan bakar dan memicu otoritas di banyak negara menerapkan langkah-langkah darurat penghematan energi.

Minyak mentah Brent, patokan internasional, telah berada di atas USD109 per barel dalam beberapa hari terakhir, dengan banyak analis memperkirakan harga akan melonjak jauh lebih tinggi jika jalur perairan tersebut tidak segera dibuka kembali.

Produksi minyak Irak, yang menyediakan sebagian besar pendapatan Baghdad, telah sangat terpukul oleh perang.

Kementerian Perminyakan Irak mengumumkan bulan lalu bahwa produksi telah turun menjadi 1,2 juta barel per hari, turun dari 4,3 juta barel, di tengah penurunan kapasitas penyimpanan minyak mentah karena terhentinya ekspor melalui selat tersebut.

Irak adalah produsen minyak terbesar keenam di dunia pada tahun 2023, menyumbang 4% dari pasokan global, menurut Badan Informasi Energi AS.

Baca juga: Iran Tolak Ultimatum 48 Jam Trump, AS Dianggap Tidak Berdaya dan Gugup
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!