Dampak Serangan di PLTN Bushehr akan Hancurkan Kehidupan Negara-negara Arab, Bukan Teheran

Minggu, 05 April 2026 - 08:25 WIB
Dalam pernyataan yang dibagikan di platform media sosial X, Araghchi membandingkan situasi tersebut dengan reaksi Barat selama perang di Ukraina, khususnya kekhawatiran atas aktivitas militer di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia.

Ia berpendapat kekhawatiran serupa belum diungkapkan atas serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. “Jatuhan radioaktif akan membahayakan ibu kota negara-negara Teluk, bukan Teheran,” ia memperingatkan.

Dia menambahkan serangan terhadap situs petrokimia Iran semakin menunjukkan apa yang ia gambarkan sebagai niat strategis kekuatan Barat.

Serangan terhadap Bushehr menandai peningkatan signifikan dalam konfrontasi regional yang sudah bergejolak.

Sejak akhir Februari, ketegangan antara Iran dan aliansi AS-Israel telah meningkat, dengan laporan yang menunjukkan lebih dari 1.300 korban jiwa akibat permusuhan yang sedang berlangsung.

Di antara mereka yang dilaporkan tewas adalah Ali Khamenei, perkembangan yang semakin memperdalam krisis dan mendorong tindakan balasan yang keras dari Teheran.

Pasukan Iran sejak itu meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta lokasi di Yordania, Irak, dan beberapa negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!