Iran Bombardir Pangkalan-pangkalan Timur Tengah, Pasukan AS Lari ke Hotel

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:34 WIB
Dalam beberapa hari terakhir, Zolfaghari menarik perhatian khusus dengan mengubah salah satu jargon khas Trump menjadi: "Trump, Anda dipecat!"

Surat kabar Iran pada hari Rabu mengejek apa yang mereka sebut "kebohongan" Donald Trump tentang diskusi diplomatik yang sedang berlangsung untuk mengakhiri perang, menerbitkan kartun presiden AS yang digambarkan sebagai Pinokio.

Sebuah karikatur Trump dengan hidung memanjang yang menjulang di atas peta Selat Hormuz muncul di halaman depan harian konservatif Javan.

Harian itu menuduh Trump berbohong untuk menenangkan pasar dan menekan harga minyak, yang telah melonjak sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan perang pada 28 Februari.

Surat kabar itu menekankan bahwa sejak perlawanan Iran, harga minyak dan gas telah naik sekali lagi. Laporan media tersebut membandingkan Trump dengan "seorang penjudi yang sedang mengalami kemerosotan" dalam perang yang diyakininya dapat dimenangkan dengan cepat, seperti kartu poker yang beruntung.

Meskipun Trump mengeklaim bahwa negosiasi dengan Iran sedang berlangsung dan konflik dapat segera berakhir, Pentagon diperkirakan akan mengerahkan pasukan dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah, menurut laporan CBS News.

Mengutip seorang pejabat AS, CBS melaporkan bahwa pengerahan tersebut dapat melibatkan kurang dari 1.500 pasukan.

Mereka akan bergabung dengan ribuan personel Korps Marinir yang dijadwalkan tiba di Timur Tengah pada hari Jumat, tenggat waktu terbaru yang ditetapkan Trump bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz, menurut laporan Wall Street Journal.

Pengerahan tersebut berarti unit-unit pasukan darat AS yang paling siap tempur akan segera berada di wilayah Timur Tengah.

Divisi Lintas Udara ke-82 dapat dikerahkan ke mana saja di dunia dalam waktu 18 jam dan mengkhususkan diri dalam "serangan parasut masuk paksa" yang membuka jalan bagi aksi militer lanjutan, menurut situs webnya.

"Pergerakan Batalyon ke-82 membuka pintu bagi Presiden Trump untuk mencoba membuka kembali Selat Hormuz secara paksa, merebut pulau-pulau atau garis pantai strategis Iran, atau melancarkan misi untuk merebut uranium yang diperkaya tinggi milik rezim tersebut jika dia memilih untuk melakukannya," tulis Wall Street Journal dalam laporannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!