Kim Jong-un: Status Korut Negara Bersenjata Nuklir Tak Bisa Diubah, Korsel Negara Paling Bermusuhan!
Selasa, 24 Maret 2026 - 21:30 WIB
Legislatif Korea Utara memilih kembali Kim Jong-un sebagai Presiden Komisi Urusan Negara, seperti yang dilaporkan KCNA sebelumnya, tanpa menyebutkan apakah keputusan itu bulat atau ada perbedaan pendapat.
Para kritikus berpendapat bahwa pemilu di Korea Utara telah ditentukan sebelumnya dan dirancang untuk memberikan kepemimpinan tersebut kesan legitimasi demokratis.
Di bidang ekonomi, Kim Jong-un menguraikan tujuan untuk meningkatkan produksi industri sebesar 1,5 kali lipat.
Selama periode rencana lima tahun ke depan, kata Kim Jong-un, Korea Utara harus secara signifikan memperkuat fondasi pembangunan sektor industri secara keseluruhan. "Untuk meningkatkan produksi industri sekitar 1,5 kali lipat," katanya.
Dia mengeklaim telah terjadi kemajuan yang jelas dalam pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir.
“Selama lima tahun terakhir, kami telah merenovasi pabrik-pabrik mesin utama... sambil mengatasi berbagai kesulitan dan penyimpangan,” katanya.
"Prestasi tersebut menghancurkan... klaim palsu dari kekuatan musuh bahwa tidak mungkin ada kemakmuran tanpa meninggalkan senjata nuklir,” ujarnya.
Para kritikus berpendapat bahwa pemilu di Korea Utara telah ditentukan sebelumnya dan dirancang untuk memberikan kepemimpinan tersebut kesan legitimasi demokratis.
Di bidang ekonomi, Kim Jong-un menguraikan tujuan untuk meningkatkan produksi industri sebesar 1,5 kali lipat.
Selama periode rencana lima tahun ke depan, kata Kim Jong-un, Korea Utara harus secara signifikan memperkuat fondasi pembangunan sektor industri secara keseluruhan. "Untuk meningkatkan produksi industri sekitar 1,5 kali lipat," katanya.
Dia mengeklaim telah terjadi kemajuan yang jelas dalam pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir.
“Selama lima tahun terakhir, kami telah merenovasi pabrik-pabrik mesin utama... sambil mengatasi berbagai kesulitan dan penyimpangan,” katanya.
"Prestasi tersebut menghancurkan... klaim palsu dari kekuatan musuh bahwa tidak mungkin ada kemakmuran tanpa meninggalkan senjata nuklir,” ujarnya.
(mas)
Lihat Juga :