5 Fakta Pulau Kharg yang Jadi Jantung Industri Minyak Iran

Minggu, 15 Maret 2026 - 02:20 WIB
Dalam beberapa minggu menjelang serangan AS-Israel terhadap Iran, ekspor dari Kharg meningkat hingga mendekati rekor tertinggi, kata bank investasi AS JP Morgan dalam sebuah catatan yang dilaporkan oleh Reuters.

3. Menyimpan 30 Juta Barel Minyak

Kapasitas penyimpanan di Kharg diperkirakan sekitar 30 juta barel dan, menurut analis perdagangan global Kpler, sekitar 18 juta barel minyak mentah saat ini disimpan di sana, lapor Reuters.

Trump mengumumkan pada hari Jumat bahwa militer AS melakukan apa yang disebutnya sebagai "salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah," menghancurkan aset militer di Pulau Kharg.

Video yang diunggah ke Truth Social oleh Trump dan dilokalisasi oleh CNN menunjukkan serangan AS terhadap fasilitas bandara dan landasan pacu Kharg.

Seorang pejabat militer AS mengatakan kepada CNN bahwa serangan itu "berskala besar" tetapi menghindari mengenai infrastruktur minyak pulau tersebut. Target termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan infrastruktur militer lainnya, tambah pejabat itu.

Iran mengatakan lebih dari 15 ledakan dilaporkan di pulau itu tetapi tidak ada infrastruktur minyak yang rusak, menurut kantor berita Fars yang berafiliasi dengan negara.

Namun, Trump mengancam akan menyerang aset minyak pulau itu jika Iran terus memblokir kapal dari Selat Hormuz.

Iran mengatakan setiap serangan terhadap infrastruktur minyak dan energinya akan menyebabkan serangan balasan terhadap fasilitas di wilayah tersebut yang dimiliki oleh perusahaan minyak yang bersahabat dengan AS, lapor media pemerintah Iran, mengutip markas komando militer Teheran.

4. Menghancurkan Sistem Ekonomi Iran

Serangan AS telah meningkatkan taruhan dalam perang, kata seorang pensiunan pejabat militer kepada CNN.

“Awalnya hanya sekadar ‘singkirkan militer, singkirkan rezim’, tetapi sekarang kita mencoba untuk menghancurkan sumber kehidupan ekonomi negara ini, berpotensi,” kata mantan Brigadir Jenderal Angkatan Darat AS, Mark Kimmitt.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!