4 Alasan Trump Bombardir Pulau Kharg, Putus Asa dan Kehilangan Kendali Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 - 14:47 WIB
Donald Trump bombardir Pulau Kharg. Foto/X/@Currentreport1
TEHERAN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan militer negara itu membom instalasi militer di pulau Kharg, Iran , dan memperingatkan bahwa fasilitas minyak penting di daerah itu bisa menjadi sasaran berikutnya jika Iran terus memblokir Selat Hormuz.

Iran, pada gilirannya, mengancam pada hari Sabtu untuk menghancurkan fasilitas minyak yang terkait dengan AS menjadi "tumpukan abu" jika struktur minyak di pulau itu diserang, karena perang AS-Israel di Iran, yang kini memasuki minggu ketiga yang melelahkan, meluas menjadi krisis harga minyak global yang sudah mulai terbentuk.



Pulau Kharg adalah tempat lebih dari 90 persen minyak Iran diekspor. Harga minyak mentah telah melonjak lebih dari 40 persen sejak perang dimulai.

Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa pasukan AS telah "menghancurkan sepenuhnya" semua target militer di pusat ekspor minyak Pulau Kharg Iran, menggambarkannya dalam sebuah unggahan media sosial sebagai "salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah". Dia tidak memberikan bukti apa pun untuk hal itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!