Israel Dihujani 150 Roket Hizbullah, Ratusan Ribu Warga Zionis Kocar-kacir
Kamis, 12 Maret 2026 - 09:56 WIB
Saat IDF menginstruksikan penduduk utara untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan, Hizbullah terus menembakkan roket bersama drone, dengan sirene dibunyikan di seluruh Galilea dan di Haifa, serta di komunitas hingga 50 kilometer dari perbatasan dengan Lebanon.
Secara keseluruhan, kelompok Hizbullah menembakkan setidaknya 150 roket ke utara selama beberapa jam, menurut penilaian IDF.
IDF mengeklaim sejumlah roket jarak jauh yang ditembakkan oleh Hizbullah juga menghantam area terbuka. Karena roket-roket tersebut menuju area terbuka, tidak ada sirene yang diaktifkan oleh militer. Suara ledakan dilaporkan oleh penduduk Israel tengah di tengah serangan tersebut.
Serangan berlanjut hingga Kamis dini hari, dengan dugaan infiltrasi drone dan peringatan roket berbunyi di Nahariya dan sejumlah komunitas Galilea Barat, serta Acre dan beberapa pinggiran utara Haifa.
Hizbullah juga menembakkan roket jarak jauh, memicu sirene di Tel Aviv dan kota-kota sekitarnya, di mana IDF mengumumkan deteksi rudal balistik Iran, yang memicu peringatan di Israel tengah, wilayah Yerusalem, dan sebagian wilayah selatan.
Beberapa proyektil berhasil dicegat, menurut penilaian awal IDF. Polisi Zionis melaporkan kerusakan akibat benturan di Israel tengah. Pecahan setelah pencegatan juga dilaporkan jatuh di beberapa daerah.
Sementara itu, IDF melancarkan serangan udara besar-besaran ke benteng-benteng Hizbullah di Beirut selatan, sementara seorang pejabat Israel mengatakan militer dapat mulai menyerang infrastruktur sipil jika pemerintah Lebanon gagal mengendalikan Hizbullah yang didukung Iran.
IDF sebelumnya memperingatkan bahwa Hizbullah kemungkinan akan mencoba meningkatkan laju serangan roket dan drone terhadap Israel.
Secara keseluruhan, kelompok Hizbullah menembakkan setidaknya 150 roket ke utara selama beberapa jam, menurut penilaian IDF.
IDF mengeklaim sejumlah roket jarak jauh yang ditembakkan oleh Hizbullah juga menghantam area terbuka. Karena roket-roket tersebut menuju area terbuka, tidak ada sirene yang diaktifkan oleh militer. Suara ledakan dilaporkan oleh penduduk Israel tengah di tengah serangan tersebut.
Serangan berlanjut hingga Kamis dini hari, dengan dugaan infiltrasi drone dan peringatan roket berbunyi di Nahariya dan sejumlah komunitas Galilea Barat, serta Acre dan beberapa pinggiran utara Haifa.
Hizbullah juga menembakkan roket jarak jauh, memicu sirene di Tel Aviv dan kota-kota sekitarnya, di mana IDF mengumumkan deteksi rudal balistik Iran, yang memicu peringatan di Israel tengah, wilayah Yerusalem, dan sebagian wilayah selatan.
Beberapa proyektil berhasil dicegat, menurut penilaian awal IDF. Polisi Zionis melaporkan kerusakan akibat benturan di Israel tengah. Pecahan setelah pencegatan juga dilaporkan jatuh di beberapa daerah.
Sementara itu, IDF melancarkan serangan udara besar-besaran ke benteng-benteng Hizbullah di Beirut selatan, sementara seorang pejabat Israel mengatakan militer dapat mulai menyerang infrastruktur sipil jika pemerintah Lebanon gagal mengendalikan Hizbullah yang didukung Iran.
IDF sebelumnya memperingatkan bahwa Hizbullah kemungkinan akan mencoba meningkatkan laju serangan roket dan drone terhadap Israel.
Lihat Juga :